Hasil Rekayasa Ginjal Babi Genetika Bertahan 9 Bulan, Jadi Jembatan Sebelum Transplantasi Ginjal Manusia
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 22:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPara peneliti mengatakan keberhasilan transplantasi tersebut berkaitan dengan persoalan utama dalam dunia transplantasi, yakni terbatasnya jumlah organ manusia yang tersedia.
"Kelangkaan organ adalah krisis terbesar yang kita hadapi saat ini dalam transplantasi," kata Leonardo Riella dari Mass General Brigham.
Menurut Riella, transplantasi merupakan pilihan pengobatan terbaik bagi pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir, tetapi jumlah organ manusia tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasien.
"Visi kami adalah bahwa xenotransplantasi dapat membantu mengatasi kesenjangan ini – awalnya sebagai jembatan untuk menghentikan dialisis pada pasien sementara mereka menunggu ginjal donor manusia, dan berpotensi, seiring dengan penetapan keamanan dan daya tahan jangka panjang, sebagai terapi tujuan akhir tersendiri," ujarnya.
Belum menjadi terapi umum
Transplantasi organ hewan ke manusia atau xenotransplantasi telah lama diteliti sebagai salah satu cara mengatasi kekurangan organ.
Transplantasi ginjal babi ke manusia hidup sebelumnya pernah dilakukan pada 2024. Namun, pasien tersebut meninggal setelah 52 hari akibat masalah jantung yang tidak berkaitan dengan transplantasi.
Menurut laporan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet, belum ada penelitian sebelumnya yang mencatat kelangsungan hidup penerima ginjal babi lebih dari dua bulan.
Kasus Andrews juga menjadi yang pertama ketika ginjal babi digunakan sebagai jembatan menuju transplantasi ginjal manusia.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hasil tersebut berasal dari satu pasien tanpa kelompok pembanding. Kondisi Andrews juga melibatkan pemilihan pasien secara cermat serta perawatan medis intensif yang belum tentu tersedia di semua fasilitas kesehatan.
Penelitian dan uji klinis lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui keamanan serta daya tahan transplantasi ginjal babi dalam jangka panjang.
Tidak ditemukan antibodi baru terhadap jaringan manusia setelah transplantasi ginjal babi. Pemeriksaan juga tidak mendeteksi virus maupun patogen babi pada pasien selama masa pemantauan.
Riella mengatakan pasien yang bersedia mengikuti penelitian tahap awal memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!