AI Tak Boleh Sekadar Gimmick, Menkomdigi Tuntut Manfaat Nyata bagi Rakyat
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 20:50 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pengembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) semakin menjadi bagian penting dalam agenda transformasi digital Indonesia.
Teknologi ini tidak hanya menawarkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga membuka peluang baru di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian hingga industri.
Pemerintah pun mendorong pembangunan ekosistem AI yang mencakup infrastruktur, data, talenta, riset, hingga aplikasi agar Indonesia tidak sekadar menjadi pengguna teknologi.
Namun, percepatan AI harus diimbangi dengan tata kelola yang kuat. Pengembangan teknologi perlu berjalan beriringan dengan perlindungan data, keamanan, transparansi, serta penguatan kemampuan sumber daya manusia agar manfaat AI dapat dirasakan luas tanpa mengabaikan risikonya.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, menegaskan pengembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, AI tidak boleh berhenti pada kecanggihan teknologi, tetapi harus digunakan untuk menjawab kebutuhan dan persoalan kehidupan sehari-hari.
“Tujuan bersama kita adalah mengembangkan Meaningful AI, yaitu AI yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Meutya dalam XI International Scholas Chairs Congress 2026 di Kura-Kura Bali, Jumat (4/9).
Ia mengatakan AI telah bergerak cepat dari tahap eksperimentasi menuju kehidupan sehari-hari. Teknologi ini semakin banyak digunakan untuk mendukung pembelajaran, pekerjaan, layanan kesehatan, pelayanan publik, hingga pengambilan keputusan.
Perkembangan tersebut harus diikuti kesiapan manusia dan institusi untuk memastikan AI digunakan bagi tujuan yang bermakna.
“Pertanyaannya bukan lagi semata-mata apa yang mampu dilakukan mesin, tetapi apakah manusia dan institusi siap mengarahkan AI menuju tujuan yang bermakna,” ujar Meutya.
Meutya menjelaskan, Meaningful AI mencakup lima dimensi. Pertama, AI for Productivity, untuk meningkatkan efektivitas kerja masyarakat dan organisasi.
Kedua, AI for Public Good, untuk memperbaiki pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, dan sistem pangan.
Ketiga, AI for Inclusion, untuk memperluas akses terhadap pengetahuan, kesempatan, dan layanan dasar.
Keempat, AI for Competitiveness, untuk memperkuat talenta, riset, inovasi, dan bisnis Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!