Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cuaca Panas dan Polusi Naik, Jaksel Dorong Gedung Aktifkan Water Mist

5 Jumat, 04 Sep 2026, 21:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cuaca Panas dan Polusi Naik, Jaksel Dorong Gedung Aktifkan Water Mist Cuaca Panas dan Polusi Naik, Jaksel Dorong Gedung Aktifkan Water Mist Doc: ANTARA/ Bagus Ahmad Rizaldi.
Ket. Arsip Foto - Pengoperasian mesin "water mist" di atap Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis (7/9/2023).

JAKARTA – Di tengah tingginya aktivitas kendaraan dan cuaca panas, water mist kembali dimanfaatkan sebagai salah satu upaya untuk menekan polusi udara perkotaan.

Kabut air yang disemprotkan ke udara diharapkan membantu mengurangi konsentrasi partikulat halus seperti PM2.5 sekaligus menurunkan suhu di kawasan padat aktivitas.

Namun, water mist bukan solusi tunggal untuk persoalan polusi. Efektivitasnya perlu didukung pengendalian sumber emisi, terutama dari kendaraan dan industri, serta pengoperasian yang terukur agar penggunaan air dan hasil penurunan polutan benar-benar sebanding.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengimbau para pengelola gedung yang ada di wilayah Jakarta Selatan agar mengaktifkan peralatan semprotan air (water mist) yang ada di gedung masing-masing.

"Cuaca saat ini cukup panas karena kemarau yang panjang. Mobilitas kendaraan yang tinggi juga menyebabkan polusi cukup tinggi. Oleh karena itu, penggunaan water mist diharapkan bisa membantu mengurangi beban polusi udara," kata Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9).

Syafrin menambahkan Pemkot Jaksel turut mengaktifkan kembali alat water mist generator yang ada di Lantai 17 Blok A Gedung Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada pekan depan.

Penyemprotan uap air melalui water mist ini dilakukan sebagai salah satu upaya penanganan polusi udara dan menurunkan suhu udara di Jakarta Selatan mengingat musim kemarau yang berkepanjangan.

Water mist merupakan alat yang digunakan untuk menyemprotkan air yang berbentuk kabut.

Alat ini minimal dilengkapi oleh nozzle, pompa pendorong air, kipas pendorong dan tandon air.

Water mist ini biasanya dipasang pada gedung dengan ketinggian di atas 20 meter atau 8 lantai dengan sudut nozzle sebesar 45 derajat.

Pengoperasiannya tidak setiap saat, namun dilakukan selama delapan jam pada waktu tertentu, yakni pagi hari pukul 08.00-12.00 WIB dan sore hari pukul 15.00-19.00 WIB.

Maka itu, Syafrin meminta agar seluruh gedung di wilayah Jakarta Selatan, khususnya yang berlantai minimal delapan lantai atau gedung dengan ketinggian lebih dari 20 meter agar melakukan hal yang sama supaya tujuan penyemprotan dengan water mist ini membantu mengurangi tingkat pencemaran udara.

"Jadi mari bersama-sama kita jaga kota kita. Ini merupakan salah satu upaya yang bisa kita lakukan, untuk mengurangi polusi udara," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
WHO Sebut Enam Langkah Ikli...

BPBD: Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BPBD: Gunung Semeru Luncurk...
Luar Negeri
WHO Setujui Uji Klinis Dua ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.