Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Data DTSEN Tak Bisa Jadi Patokan Tunggal Bansos dan Bantuan Pendidikan di Jakarta

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 14:40 WIB | Oleh:
Data DTSEN Tak Bisa Jadi Patokan Tunggal Bansos dan Bantuan Pendidikan di Jakarta Doc: DPRD DKI Jakarta
Ket. DPRD DKI Jakarta mendorong pemerintah provinsi tidak menjadikan data desil Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai satu-satunya dasar dalam menentukan penerima bantuan sosial (bansos) dan bantuan pendidikan.

JAKARTA - DPRD DKI Jakarta mendorong pemerintah provinsi tidak menjadikan data desil Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai satu-satunya dasar dalam menentukan penerima bantuan sosial (bansos) dan bantuan pendidikan. Data tersebut dinilai perlu dilengkapi mekanisme verifikasi agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang sesuai kriteria dan membutuhkan.

Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh menyampaikan hal itu dalam pandangan umum terkait Ranperda Perubahan APBD 2026 dan Ranperda Kabupaten/Kota Layak Anak pada rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (3/9). Menurutnya, ketepatan sasaran bantuan perlu menjadi perhatian agar kebijakan pemerintah tidak hanya bergantung pada data administratif.

"Penggunaan data desil DTSEN seharusnya bukan sebagai satu-satunya acuan kelayakan Bansos dan bantuan pendidikan," ujar Nova.

Menurut Nova, pemerintah perlu memiliki mekanisme verifikasi yang dapat memastikan data penerima bansos dan bantuan pendidikan sesuai dengan kondisi masyarakat terbaru. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi perubahan kondisi ekonomi warga yang belum tercermin dalam data DTSEN.

Nova mendorong adanya verifikasi faktual di lapangan dengan melibatkan unsur masyarakat dan satuan pendidikan. Cara tersebut dinilai dapat membantu pemerintah memastikan bantuan diberikan kepada warga yang memang memenuhi kriteria dan membutuhkan.

"Kombinasikan data DTSEN dengan verifikasi lapangan faktual oleh Dasawisma, pihak sekolah, serta pengurus RT/RW. Dilengkapi dengan musyawarah kelurahan dan kanal sanggah umum," tandas Nova.

Selain persoalan data bantuan, DPRD DKI Jakarta juga menyoroti perlindungan anak dari berbagai ancaman yang muncul di ruang digital dalam pembahasan Ranperda Kabupaten/Kota Layak Anak. Ancaman terhadap anak dinilai kini tidak hanya terjadi di lingkungan fisik, tetapi juga semakin berkembang melalui ruang digital.

Salah satu ancaman yang menjadi perhatian adalah maraknya judi daring dan perundungan siber yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu memperkuat upaya pencegahan dan edukasi agar anak mampu menggunakan ruang digital secara lebih aman.

DPRD DKI Jakarta mendorong Dinas Pendidikan serta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) memiliki kewajiban yang jelas dalam penyelenggaraan program literasi digital. Program tersebut diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai bahaya judi daring dan perundungan siber secara terstruktur di seluruh satuan pendidikan.

"Literasi digital harus menjadi bagian yang memberikan hak atas perlindungan dan pendidikan," pungkas Nova.

Penguatan verifikasi data bantuan dan literasi digital dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan perlindungan masyarakat, khususnya anak dan kelompok yang membutuhkan. Pemerintah diharapkan dapat memastikan setiap kebijakan berjalan berdasarkan data yang akurat sekaligus mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.