Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prabowo Berpidato sebagai Tamu Kehormatan EEF ke-11 di Russia, Beberkan Filisofi Ekonomi Indonesia

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 14:58 WIB | Oleh:
Prabowo Berpidato sebagai Tamu Kehormatan EEF ke-11 di Russia, Beberkan Filisofi Ekonomi Indonesia Doc: antara foto
Ket. Presiden Prabowo Subianto

VLADIVOSTOK - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato sebagai tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Russia, Kamis (3/9).

Mengawali pidatonya, Prabowo terlebih dahulu menyampaikan terima kasih kepada Presiden Putin dan Pemerintah Federasi Russia atas kehormatan yang diberikan kepadanya untuk berbicara dalam forum tersebut.

Prabowo mengatakan kunjungannya ke Rusia kali ini merupakan kunjungan keduanya pada tahun ini. Presiden juga menyebut pertemuannya dengan Putin telah berlangsung lima kali sejak dirinya menjadi Presiden Indonesia.

"Hari ini, faktanya, merupakan kelima kalinya sejak saya menjadi Presiden Indonesia saya bertemu dengan Presiden Putin. Saya berharap dapat membalas keramahan yang diberikan Rusia kepada saya dan menyambut Presiden Putin serta banyak dari Anda di Indonesia," kata Prabowo.

Prabowo kemudian membahas kedekatan Indonesia dengan Rusia, khususnya kawasan Timur Jauh, yang sama-sama memiliki akses ke Samudra Pasifik. Menurutnya, kondisi geografis tersebut seharusnya menjadi penghubung bagi kedua negara.

"Pasifik tidak memisahkan kita. Pasifik menghubungkan kita. Pasifik bukanlah tembok di antara kita. Pasifik adalah jalan raya bagi kedua perekonomian kita," ujarnya.

Prabowo juga mengaitkan tema EEF ke-11, yakni "The Far East: Development for the Benefit of People", dengan mandat yang diberikan rakyat Indonesia kepadanya.

Kepala Negara mengatakan filosofi ekonomi Indonesia yang dijalankan pemerintah didasarkan pada realisme, pragmatisme, dan upaya mencapai kebaikan terbesar bagi sebanyak-banyaknya orang.

"Kami percaya pada dunia usaha, inisiatif, kreativitas, dan inovasi. Namun, kami juga percaya bahwa pemerintah harus melindungi kelompok yang lemah, mengelola sumber daya nasional dengan baik, memberantas korupsi, dan berinvestasi untuk kebutuhan jangka panjang rakyat dan bangsa," katanya.

Menurut Presiden, pembangunan tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

"Pembangunan harus diukur dari meja makan keluarga biasa, apakah anak-anak mendapatkan makanan bergizi, petani memperoleh pupuk dan menjual hasil produksinya dengan harga yang adil, keluarga tinggal di rumah yang layak, kaum muda mendapatkan pekerjaan yang produktif, dan listrik menjangkau setiap rumah di setiap desa," ujarnya.

Diketahui, Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Vladivostok, Russia, untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung pada 1-4 September 2026. Presiden Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama.

Forum tersebut menjadi salah satu wadah Russia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik, termasuk melalui perdagangan, investasi, dan kerja sama energi.

Kunjungan Presiden Prabowo juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Russia, khususnya di bidang ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Ekonomi
Penyesuaian harga bbm nonsu...
Advertisement
BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.