Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Kabupaten Lembata Batasi Aktivitas Wisata di Kawasan Gunung Ile Lewotolok

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 08:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kabupaten Lembata Batasi Aktivitas Wisata di Kawasan Gunung Ile Lewotolok Doc: ANTARA
Ket. Erupsi Ile Lewotolok di Lembata.

KUPANG – Pemerintah Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, membatasi aktivitas wisatawan serta masyarakat di kawasan Gunung Api Ile Lewotolok menyusul peningkatan aktivitas vulkanik gunung tersebut.

“Kegiatan adat dan budaya, yang melibatkan keramaian massa di kawasan rawan bencana, pariwisata, termasuk Pesta Kacang, ditunda sementara sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah daerah berdasarkan rekomendasi PPGA-PVMBG,” kata Kanisius dalam surat edaran yang dikeluarkan di Lewoleba yang diterima di Kupang, Kamis (24/9).

Dia menjelaskan, pembatasan tersebut diberlakukan sebagai langkah mitigasi untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya erupsi, awan panas, lontaran material, gas beracun, dan lahar hujan di kawasan gunung api.

Berdasarkan hasil pengamatan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok-Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada 15 September 2026, tingkat aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok berada pada Level II atau Waspada.

Selain kegiatan adat dan budaya, pemerintah daerah juga melarang aktivitas pendakian, berkemah, serta kegiatan lainnya dalam radius dua kilometer dan tiga kilometer dari puncak kawah.

Pengelola wisata diminta menutup sementara jalur pendakian dan memasang papan larangan sebagai upaya mencegah masyarakat maupun wisatawan memasuki kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik.

Pemerintah juga melarang masyarakat melakukan aktivitas pertanian, berladang, mencari rumput, serta kegiatan ekonomi lainnya di dalam zona bahaya yang telah ditetapkan.

Kanisius meminta camat dan kepala desa di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur segera menyosialisasikan surat edaran tersebut kepada masyarakat, tokoh adat, dan kelompok wisata.

Camat dan kepala desa juga diminta melakukan pemantauan serta pelaporan harian kepada Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Lembata dan menyiapkan jalur evakuasi serta titik kumpul apabila status gunung meningkat.

“Masyarakat diminta tetap tenang, tidak terpancing isu, mengikuti arahan petugas, dan segera melapor kepada kepala desa atau camat apabila melihat tanda-tanda peningkatan aktivitas gunung,” ujarnya.

Surat edaran tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkan hingga dicabut berdasarkan hasil evaluasi dan rekomendasi terbaru dari PPGA-PVMBG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
Peternak Ayam dan Telur Had...
Advertisement
Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.