Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guru Bimbingan dan Konseling Bisa Menjadi Kunci Menekan Kekerasan Anak

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 12:29 WIB | Oleh:
Guru Bimbingan dan Konseling Bisa Menjadi Kunci Menekan Kekerasan Anak Doc: ist
Ket. menekan kekerasan

DENPASAR – Peran para guru bimbingan dan konseling (BK) harus diperkuat. Sebab mereka bisa menjadi “prasarana” menekan kekerasan anak, utamanya di lingkungan sekolah.

“Kekerasan itu seperti gunung es. Yang terlihat mungkin hanya sebagian, sementara masih ada kasus yang tidak terlihat atau tidak dilaporkan,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Gianyar Ni Ketut Widiastuti di sela peningkatan kapasitas guru BK di Gianyar, Bali, Rabu.

Ia mengatakan selain kepada para guru, pelatihan meningkatkan kapasitas dan pemahaman soal pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan anak diberikan kepada para orang tua di satuan pendidikan jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

Widiastuti menjelaskan kekerasan terhadap anak merupakan persoalan nyata dan dapat terjadi di lingkungan sekitar sehingga upaya pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin dengan melibatkan berbagai pihak. “Kami tidak mungkin berharap kasus menjadi nol, tetapi bagaimana kami bisa mencegah dan menekan kasus sekecil mungkin,” ujarnya.

Pihaknya mencatat sepanjang 2025 tercatat sebanyak 30 kasus, dengan 23 kasus di antaranya merupakan kasus kekerasan terhadap anak. Data tersebut menjadi salah satu perhatian dalam memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Gianyar.

“Pencegahan bisa kami minimalkan melalui pemahaman, pola asuh yang baik dan langkah-langkah preventif. Orang tua dan guru juga menjadi penghubung penting dalam memberikan informasi apabila menemukan atau mengetahui adanya indikasi kekerasan terhadap anak,” kata Widiastuti. 

Pihaknya menghadirkan pembicara Kepolisian Daerah Bali yaitu I Ketut Edi Susila dan psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia Daerah Bali Nena Mawar Sari.

Widiastuti menekankan pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan orang tua, guru, lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat membantu kami dalam pencegahan kekerasan terhadap anak. Dengan adanya pemahaman yang sama antara orang tua dan guru, kita bisa lebih cepat melakukan pencegahan maupun penanganan ketika menemukan permasalahan,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
Alexander Zverev jadi Peten...
Advertisement
KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.