Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Babel Kembangkan Ternak Ayam Buras

3 Rabu, 23 Sep 2026, 11:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Ketahanan Pangan, Babel Kembangkan Ternak Ayam Buras Tingkatkan Ketahanan Pangan, Babel Kembangkan Ternak Ayam Buras Doc: ANTARA
Ket. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Kurniawan.

PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) mengembangkan peternakan ayam bukan ras (buras), guna meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan masyarakat di daerah ini.

"Kita terus mendorong dan membantu peternak untuk lebih meningkatkan usaha peternakan ayam buras ini," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Babel Kurniawan, di Pangkalpinang, Rabu (23/9).

Ia mengatakan saat ini populasi ayam buras di peternakan ayam masyarakat sebanyak 925.005 ekor, tersebar di Kabupaten Bangka 64.338 ekor, Bangka Barat 116.970 ekor, Bangka Tengah 400.639 ekor, Belitung 110.690 ekor, dan Belitung Timur 232.368 ekor.

"Alhamdulillah, animo masyarakat mengembangkan usaha peternakan ayam buras ini cukup tinggi, karena permintaan pasar terhadap telur dan daging ayam yang tinggi," ujarnya.

Ia menyatakan dalam pengembangan peternakan ayam buras ini, DPKP Provinsi Kepulauan Babel secara aktif mendampingi para peternak mengembangkan usahanya, seperti pelatihan beternak ayam dengan baik, penanganan penyakit dan lainnya.

Selain itu, tim kesehatan hewan DPKP Kepulauan Babel terus memantau dan memeriksa ternak ayam petani ini, guna mengantisipasi berbagai penyakit unggas di daerah ini.

"Sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini, permintaan telur dan daging ayam mengalami peningkatan yang cukup signifikan, sehingga para peternak lokal mengalami kesulitan memenuhi permintaan pasar," ujarnya.

Kepala Disperindag Kepulauan Babel Subekti Saputra menyatakan dalam memenuhi kebutuhan telur dan daging ayam, Babel masih mengandalkan pasokan dari luar provinsi, karena produksi telur dan daging ayam dari peternak lokal masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kita masih mengandalkan pasokan dari peternak dari luar daerah karena produksi telur peternak lokal yang masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi," katanya pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Dirjen KSDAE: Seekor Anak B...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.