Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Era Digital Makin Rawan Penipuan, RI Desak G20 Perkuat Perlindungan Konsumen

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Era Digital Makin Rawan Penipuan, RI Desak G20 Perkuat Perlindungan Konsumen Doc: ANTARA/HO-Kementerian Keuangan)
Ket. Wamenkeu RI Juda Agung berpartisipasi dalam Pertemuan Kedua Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (G20 FMCBG) di bawah Presidensi Amerika Serikat.

JAKARTA – Di tengah pesatnya digitalisasi sektor keuangan, akses terhadap produk dan layanan finansial semakin mudah, tetapi risiko yang dihadapi konsumen juga semakin kompleks.

Produk digital, penipuan, hingga informasi keuangan yang menyesatkan dapat membuat masyarakat mengambil keputusan tanpa memahami manfaat, biaya, dan risikonya.

Karena itu, penguatan literasi keuangan perlu berjalan beriringan dengan perlindungan konsumen agar masyarakat tidak sekadar menjadi pengguna layanan digital, tetapi mampu mengambil keputusan finansial secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.

Indonesia mendorong penguatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen di era digital dalam Pertemuan Kedua Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting/ FMCBG) di bawah Presidensi Amerika Serikat (AS).

Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung, yang mewakili Menteri Keuangan dalam memimpin delegasi Kementerian Keuangan dalam kegiatan tersebut menegaskan perkembangan digitalisasi perlu diimbangi dengan penguatan literasi dan perlindungan konsumen.

“Mengingat fraud dan scam semakin kompleks dan bersifat lintas batas, diperlukan kerja sama internasional, pertukaran informasi, dan koordinasi antarnegara yang semakin kuat,” kata Juda, sebagaimana dikutip dari keterangan pers di Jakarta, Rabu (2/9).

Juda menjelaskan digitalisasi telah memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, tetapi pada saat yang sama turut meningkatkan kompleksitas dan skala risiko penipuan.

Dengan demikian, penguatan perlindungan konsumen menjadi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan digitalisasi sektor keuangan berlangsung secara aman dan inklusif.

Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut, Wamenkeu menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan yang berjalan seiring dengan perlindungan konsumen, termasuk dalam menghadapi fraud dan scam yang semakin kompleks dan bersifat lintas batas.

Ia menambahkan, Indonesia telah membangun koordinasi kelembagaan dalam peningkatan literasi keuangan serta mengembangkan Anti-Scam Center untuk memperkuat penanganan fraud dan scam di sektor keuangan.

Selain itu, mengingat kejahatan keuangan semakin banyak melibatkan pelaku dan jaringan lintas negara, ia juga mendorong penguatan kerja sama internasional, pertukaran informasi, dan koordinasi lintas batas untuk meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanganan kejahatan keuangan.

“Dalam rangka memperkuat kerangka pencegahan dan penanganan fraud serta kejahatan keuangan, sekaligus menjaga integritas dan kepercayaan terhadap sistem keuangan global, Indonesia akan terus mendukung penguatan sinergi antara agenda G20 dan upaya Financial Action Task Force (FATF),” ujar Wamenkeu RI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Harga Cabai Rawit Rp104.850/Kg, Telur Ayam Rp30.100/Kg

49 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp104.850...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.