Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wärtsilä: Fleksibilitas Jaringan Listrik, Kunci RI Percepat Energi Terbarukan dan Pertumbuhan Pusat Data AI

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 09:47 WIB | Oleh:
Wärtsilä: Fleksibilitas Jaringan Listrik, Kunci RI Percepat Energi Terbarukan dan Pertumbuhan Pusat Data AI Doc: Budi
Ket. Duta Besar Finlandia untuk Indonesia Pirjo Suomela Chowdury (kanan) didampingi Managing Director PT Wärtsilä Indonesia, Ossi Ylinen (kiri) menyampaikan sambutannya pada acara Enlit Asia 2026 x MKI Electricity Connect di ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Rabu (23/9).

JAKARTA-Indonesia memasuki fase baru dalam transisi energi yang didorong oleh ekspansi energi terbarukan dan meningkatnya permintaan listrik dari industrialisasi, elektrifikasi, serta pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI). Kelompok teknologi global Wärtsilä menyoroti pentingnya fleksibilitas jaringan listrik untuk mendukung pertumbuhan tersebut sekaligus menjaga ketahanan energi dan menurunkan emisi.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, Indonesia berencana menambah kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 Giga Watt (GW) pada 2034, yang mencakup 42,6 GW energi terbarukan dan 10,3 GW kapasitas gas baru. Seiring semakin besarnya kontribusi pembangkit tenaga surya dan angin dalam bauran energi, sistem tenaga listrik perlu menyeimbangkan pasokan yang semakin variatif dengan meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan infrastruktur digital.

Tantangan itu sangat selaras dengan tema Enlit Asia 2026 x MKI Electricity Connect: “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”. Membangun sistem tenaga listrik yang tangguh tidak hanya membutuhkan kapasitas pembangkitan yang memadai. 

Sistem tersebut juga memerlukan sumber daya yang mampu merespons dengan cepat terhadap perubahan kondisi operasi, mendukung stabilitas jaringan, dan menjamin keandalan pasokan listrik seiring berkembangnya pola permintaan energi.

“Ketahanan energi pada akhirnya berarti memiliki sistem tenaga listrik yang mampu beradaptasi,” kata Managing Director PT Wärtsilä Indonesia Ossi Ylinen. 

Indonesia kata Ylinen memiliki peluang besar untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan sambil tetap mendukung pertumbuhan ekonomi dan digital. Dengan arsitektur sistem tenaga yang tepat, Indonesia dapat memperkuat ketahanan energi, mengintegrasikan lebih banyak energi bersih secara signifikan, serta menyediakan fondasi yang andal untuk memenuhi kebutuhan energi masa depan.

Ambisi Indonesia yang telah diumumkan untuk mengembangkan 100 GW tenaga surya menunjukkan skala dan kecepatan transisi energi negara ini. Seiring dengan meningkatnya pembangkit listrik tenaga surya, kapasitas penyeimbang yang fleksibel akan memainkan peran penting dalam menjaga keandalan sistem ketika output tenaga surya berfluktuasi atau berhenti setelah matahari terbenam. 

Pembangkit listrik berbasis mesin dengan kemampuan start-up cepat menyediakan fleksibilitas operasional yang dibutuhkan untuk mengintegrasikan lebih banyak energi terbarukan sekaligus menjaga pasokan listrik tetap andal.

Kondisi geografis Indonesia menambah kompleksitas tersendiri. Jaringan kelistrikannya membentang di wilayah kepulauan yang luas, mulai dari sistem interkoneksi besar dan pusat industri yang berkembang pesat hingga sistem kelistrikan pulau-pulau kecil yang terisolasi. Oleh karena itu, tidak ada satu solusi yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan sistem, sehingga teknologi yang fleksibel dan dapat diskalakan menjadi semakin penting.

“Pembangkit listrik berbasis mesin Wärtsilä dirancang untuk melengkapi pembangkit energi terbarukan yang bersifat variabel,” kata Vice President, Middle East and Asia, Wärtsilä Energy, Frederic Carron. 

Mesin-mesin tersebut dapat dinyalakan dan mencapai beban penuh dalam waktu kurang dari dua menit, serta outputnya dapat disesuaikan dengan cepat sesuai kebutuhan jaringan. Hal ini memungkinkan pembangkit memberikan kapasitas penyeimbang saat produksi energi terbarukan berfluktuasi, sehingga keandalan dan stabilitas sistem tetap terjaga.

“Tahap berikutnya dalam transisi energi Indonesia bukan hanya mengenai seberapa besar kapasitas energi terbarukan yang dibangun, tetapi juga seberapa efektif energi tersebut dapat diintegrasikan dan dimanfaatkan,” kata Energy Solutions Director, PT Wärtsilä Indonesia, Febron Siregar. 

Perencanaan sistem tenaga yang lebih fleksibel sejak saat ini dapat membantu Indonesia menghindari tantangan keandalan dan stabilitas ketika penetrasi energi terbarukan semakin tinggi.

Indonesia telah menunjukkan nilai penting fleksibilitas dalam praktiknya. Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebuah pembangkit listrik berkapasitas 135 MW yang dilengkapi 13 mesin dual-fuel Wärtsilä 34DF memasok hampir 40 persen kebutuhan listrik pulau tersebut, sementara sebagian kapasitas pembangkit digunakan untuk mendukung penyeimbangan jaringan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Hari Ini Indonesia Berharap Pecah Telor untuk Medali Emas

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Hari Ini Indonesia Berharap...
Olahraga
Timnas Indonesia Harus Mema...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.