Ovo Ingatkan Pengguna Hindari Penipuan Digital, Jangan Bagikan 5 Hal Ini!
📅 Selasa, 01 Sep 2026, 18:18 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Transaksi digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari pembayaran kebutuhan harian hingga berbagai layanan keuangan. Seiring penggunaannya yang semakin luas, modus penipuan juga terus berkembang dan kerap memanfaatkan kelengahan pengguna melalui berbagai kanal komunikasi.
Data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang dibentuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lebih dari 636 ribu laporan penipuan sejak November 2024 hingga akhir Juli 2026, dengan lebih dari 600 ribu rekening terkait penipuan telah diblokir.
Keamanan transaksi digital dibangun melalui kombinasi teknologi yang terus diperkuat oleh penyedia layanan serta kewaspadaan pengguna. Sebagai salah satu platform pembayaran digital di Indonesia, Ovo terus mengembangkan berbagai lapisan keamanan untuk melindungi akun dan transaksi pengguna melalui tiga pilar utama, yaitu perlindungan autentikasi di sisi pengguna, Fraud Detection System (FDS), dan inovasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang bekerja di balik layar.
Di sisi lain, kebiasaan sederhana pengguna, seperti menjaga kerahasiaan informasi akun dan memastikan setiap komunikasi berasal dari kanal resmi, juga berperan penting. Salah satunya adalah memahami hal-hal yang tidak pernah diminta Ovo dari pengguna. Jika ada pihak yang meminta salah satu dari lima hal berikut dengan mengatasnamakan Ovo, dapat dipastikan hal tersebut merupakan upaya penipuan:
1. Ovo tidak pernah meminta Personal Identification Number (PIN)
Personal Identification Number (PIN) merupakan informasi rahasia dan bagian penting dari sistem keamanan akun yang hanya boleh diketahui dan digunakan oleh pemiliknya. Untuk menjaga keamanan akun dan transaksi, pengguna wajib merahasiakan kode PIN.
PIN biasanya terdiri dari beberapa angka dan pengguna tidak boleh membagikannya kepada siapa pun dalam kondisi apa pun, termasuk kepada pihak yang mengaku sebagai perwakilan, petugas, maupun customer service Ovo. Ovo tidak pernah meminta pengguna untuk menyebutkan, mengirimkan, atau membagikan PIN sebagai bagian dari proses pelayanan maupun penyelesaian kendala.
2. Ovo tidak pernah meminta kode One-Time Password (OTP)
One-Time Password (OTP) digunakan untuk proses verifikasi tertentu dan bersifat rahasia. Pengguna tidak boleh membagikan kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai perwakilan maupun customer service Ovo. Kode OTP hanya untuk dimasukkan sendiri oleh pengguna di aplikasi atau situs resmi, bukan untuk dibagikan kepada pihak lain.
Waspadai permintaan kode OTP dengan alasan apa pun, mulai dari verifikasi akun, bantuan customer service, konfirmasi transaksi, hingga klaim hadiah atau promo. Menjaga kerahasiaan OTP penting dilakukan untuk mencegah akses maupun jenis transaksi apa pun yang tidak sah pada akun pengguna.
3. Ovo tidak pernah meminta transfer uang untuk “memverifikasi” akun
Pengguna juga perlu mewaspadai apabila menerima permintaan untuk melakukan transfer uang dengan alasan aktivasi, upgrade, verifikasi akun, maupun pencairan hadiah. Tidak ada proses verifikasi, aktivasi, maupun pencairan hadiah di Ovo yang mengharuskan pengguna mengirimkan uang terlebih dahulu. Apabila menerima permintaan transaksi yang mencurigakan, pengguna sebaiknya tidak terburu-buru melakukan transfer dan memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi Ovo.
Verifikasi dapat dilakukan melalui kanal resmi Ovo untuk memastikan bahwa setiap informasi maupun instruksi transaksi berasal dari sumber yang dapat dipercaya, sekaligus membantu meminimalkan risiko kerugian akibat penipuan.
4. Ovo tidak pernah meminta pengguna mengunduh aplikasi melalui tautan dari chat
Modus penipuan digital juga dapat dilakukan melalui tautan yang mengarahkan pengguna untuk mengunduh aplikasi atau membuka berkas (file) tertentu. Modus ini kerap berkedok berkas APK yang menyamar sebagai resi paket, undangan digital, hingga surat tilang elektronik. Hindari tautan mencurigakan yang dikirim melalui WhatsApp, SMS, media sosial, maupun kanal komunikasi lainnya. Pengguna disarankan hanya mengunduh aplikasi Ovo melalui platform resmi.
Untuk menjaga keamanan akun dan perangkat, pengguna diimbau tidak membuka berkas atau mengunduh aplikasi melalui tautan yang sumber dan keasliannya tidak dapat dipastikan. Pengguna disarankan hanya mengunduh dan memperbarui aplikasi Ovo melalui platform aplikasi resmi serta selalu memeriksa sumber informasi sebelum mengikuti instruksi yang diterima.
5. Ovo tidak pernah mengarahkan pengguna ke customer service tidak resmi
Pengguna perlu memastikan bahwa informasi dan bantuan terkait akun maupun transaksi diperoleh melalui kanal resmi Ovo. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko pemilik akun berinteraksi dengan pihak yang tidak berwenang atau yang mengatasnamakan Ovo.
Apabila membutuhkan bantuan, pengguna dapat menghubungi melalui pos-el (email) [email protected] atau telepon ke nomor 1-500-696. Pengguna juga diimbau untuk tetap waspada terhadap akun media sosial, nomor telepon, maupun pihak lain yang mengaku sebagai customer service Ovo, serta selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi sebelum memberikan informasi atau mengikuti instruksi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!