Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konsumsi Rumah Tangga Butuh Penguatan Fundamental

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Konsumsi Rumah Tangga Butuh Penguatan Fundamental Doc: antara
Ket. Daya Beli Masyarakat

Jakarta – Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian Indonesia, tetapi pelemahan daya beli dan meningkatnya kehati-hatian masyarakat menunjukkan perlunya penguatan fundamental melalui peningkatan pendapatan riil, penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan kepastian ekonomi.

Seperti dikutip dari Antara, Ekonom GREAT Institute Trisha Devita Indraswari menilai penguatan fundamental rumah tangga penting agar konsumsi tetap terjaga dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

“Konsumsi memang masih tumbuh, tetapi rumah tangga mulai semakin selektif dalam membelanjakan pendapatannya. Ketika penjualan ritel melemah setelah momentum musiman berakhir, ini menunjukkan bahwa daya dorong konsumsi belum cukup kuat untuk bertahan secara konsisten,” ujar Trisha di Jakarta, Senin (31/8).

Dalam laporan GREAT Mid-Year Economic Outlook 2026, konsumsi rumah tangga tercatat masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia pada paruh pertama 2026. Secara riil, konsumsi meningkat menjadi sekitar Rp1.887,7 triliun. Namun, setelah menguat saat Ramadhan dan Idul Fitri, penjualan ritel kembali melemah dan terkontraksi 3,9 persen secara tahunan pada Mei 2026.

Trisha mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa konsumsi perlu dilihat tidak hanya dari pertumbuhan agregat, tetapi juga perubahan perilaku belanja masyarakat. Menurut dia, keputusan konsumsi turut dipengaruhi persepsi terhadap pendapatan dan kondisi pekerjaan di masa depan.

Ketidakpastian tersebut tercermin dari penurunan Indeks Keyakinan Konsumen dari 127,0 pada Januari menjadi 117,8 pada Juni 2026, meski masih berada di zona optimistis. Kondisi ini dapat mendorong rumah tangga menahan sebagian pendapatan sebagai precautionary saving untuk menghadapi ketidakpastian.

Tekanan kehati-hatian juga terlihat pada pembelian aset bernilai besar. Penjualan rumah primer terkontraksi 25,67 persen secara tahunan pada triwulan I 2026, sementara pertumbuhan KPR/KPA terus melambat hingga satu digit.

“Pembelian rumah memberikan sinyal yang lebih kuat mengenai keyakinan rumah tangga dibandingkan konsumsi sehari-hari. Ketika masyarakat merasa pendapatan dan pekerjaannya cukup aman, mereka lebih berani mengambil komitmen jangka panjang. Sebaliknya, ketika ketidakpastian meningkat, pembelian bernilai besar menjadi salah satu yang pertama ditunda,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Ekonomi
Kampus Jadi Ujung Tombak UM...
Ekonomi
Akses Pasar Seret, Pengemba...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.