Era Baru Pengelolaan Sampah, PSEL Palembang Mulai Produksi Listrik
📅 Selasa, 01 Sep 2026, 18:55 WIB | Oleh: Tim PenulisPALEMBANG – Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) menjadi salah satu opsi untuk menjawab persoalan sampah sekaligus memenuhi kebutuhan energi.
Konsep ini mendorong sampah yang selama ini menumpuk di tempat pemrosesan akhir untuk diolah menjadi sumber energi, sehingga berpotensi mengurangi beban lingkungan dan memperpanjang usia layanan tempat pembuangan.
Namun, pengembangan PSEL tetap membutuhkan perhitungan matang terkait teknologi, biaya, ketersediaan sampah, serta aspek lingkungan agar manfaat ekonominya sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
Fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mulai dioperasikan untuk mengatasi masalah persampahan.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa di Palembang, Sumsel, Selasa (1/9), menyampaikan PSEL Palembang merupakan salah satu proyek percontohan, yang masuk proyek strategis nasional (PSN).
"PSEL Palembang bukan sekadar fasilitas pengolahan sampah. Kehadirannya merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat," katanya.
Pemkot Palembang mengawali pengiriman sampah perdana dari sejumlah wilayah di Kota Palembang menuju fasilitas PSEL, yang menandai dimulainya penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi sekaligus membuka jalan menuju pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.
Menurutnya, dimulainya pengiriman sampah ke fasilitas PSEL ini menjadi tonggak penting bagi Kota Palembang dalam menangani persoalan sampah secara lebih modern dan berkelanjutan.
"Hari ini adalah hari perdana masuknya sampah dari beberapa tempat ke PSEL yang menghasilkan energi listrik. Dari Dinas Lingkungan Hidup diperkirakan sampah yang masuk mencapai 960 ton per hari," ujar Ratu Dewa.
Dia menjelaskan dalam prosesnya, sampah yang telah dikirim ke fasilitas PSEL akan menjalani tahapan pengolahan sebelum memasuki proses pembakaran awal.
Material sampah terlebih dahulu difermentasi selama sekitar lima hingga tujuh hari untuk mempersiapkan proses selanjutnya hingga menghasilkan energi listrik.
Tahapan tersebut menjadi bagian dari sistem pengolahan yang dirancang untuk mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi yang memiliki nilai manfaat.
Pada akhirnya, PSEL bukan sekadar solusi untuk mengurangi tumpukan sampah, tetapi juga membuka peluang mengubah persoalan lingkungan menjadi sumber energi dan nilai ekonomi.
Agar manfaatnya berkelanjutan, pengelolaan PSEL perlu didukung teknologi yang tepat, efisiensi biaya, serta pengawasan terhadap dampak lingkungan. Dengan tata kelola yang kuat, PSEL dapat menjadi bagian penting dari transformasi pengelolaan sampah sekaligus mendukung ketahanan energi daerah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!