Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Era Baru Pengelolaan Sampah, PSEL Palembang Mulai Produksi Listrik

3 Selasa, 01 Sep 2026, 18:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Era Baru Pengelolaan Sampah, PSEL Palembang Mulai Produksi Listrik Era Baru Pengelolaan Sampah, PSEL Palembang Mulai Produksi Listrik Doc: ANTARA/ Nova Wahyudi.
Ket. Foto udara pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Keramasan, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026).

PALEMBANG – Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) menjadi salah satu opsi untuk menjawab persoalan sampah sekaligus memenuhi kebutuhan energi.

Konsep ini mendorong sampah yang selama ini menumpuk di tempat pemrosesan akhir untuk diolah menjadi sumber energi, sehingga berpotensi mengurangi beban lingkungan dan memperpanjang usia layanan tempat pembuangan.

Namun, pengembangan PSEL tetap membutuhkan perhitungan matang terkait teknologi, biaya, ketersediaan sampah, serta aspek lingkungan agar manfaat ekonominya sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

Fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mulai dioperasikan untuk mengatasi masalah persampahan.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa di Palembang, Sumsel, Selasa (1/9), menyampaikan PSEL Palembang merupakan salah satu proyek percontohan, yang masuk proyek strategis nasional (PSN).

"PSEL Palembang bukan sekadar fasilitas pengolahan sampah. Kehadirannya merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat," katanya.

Pemkot Palembang mengawali pengiriman sampah perdana dari sejumlah wilayah di Kota Palembang menuju fasilitas PSEL, yang menandai dimulainya penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi sekaligus membuka jalan menuju pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

Menurutnya, dimulainya pengiriman sampah ke fasilitas PSEL ini menjadi tonggak penting bagi Kota Palembang dalam menangani persoalan sampah secara lebih modern dan berkelanjutan.

"Hari ini adalah hari perdana masuknya sampah dari beberapa tempat ke PSEL yang menghasilkan energi listrik. Dari Dinas Lingkungan Hidup diperkirakan sampah yang masuk mencapai 960 ton per hari," ujar Ratu Dewa.

Dia menjelaskan dalam prosesnya, sampah yang telah dikirim ke fasilitas PSEL akan menjalani tahapan pengolahan sebelum memasuki proses pembakaran awal.

Material sampah terlebih dahulu difermentasi selama sekitar lima hingga tujuh hari untuk mempersiapkan proses selanjutnya hingga menghasilkan energi listrik.

Tahapan tersebut menjadi bagian dari sistem pengolahan yang dirancang untuk mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi yang memiliki nilai manfaat.

Pada akhirnya, PSEL bukan sekadar solusi untuk mengurangi tumpukan sampah, tetapi juga membuka peluang mengubah persoalan lingkungan menjadi sumber energi dan nilai ekonomi.

Agar manfaatnya berkelanjutan, pengelolaan PSEL perlu didukung teknologi yang tepat, efisiensi biaya, serta pengawasan terhadap dampak lingkungan. Dengan tata kelola yang kuat, PSEL dapat menjadi bagian penting dari transformasi pengelolaan sampah sekaligus mendukung ketahanan energi daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Rupiah Masih Rentan - 3 November 2026

1.5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 3 Nov...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.