Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akademisi Desak Polri Usut Kerusuhan Usai Demonstrasi DPR

7 Selasa, 01 Sep 2026, 13:30 WIB | Oleh:
Akademisi Desak Polri Usut Kerusuhan Usai Demonstrasi DPR Akademisi Desak Polri Usut Kerusuhan Usai Demonstrasi DPR Doc: antara foto
Ket. Akademisi Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Firdaus Syam

JAKARTA - Akademisi Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Firdaus Syam mendesak kepolisian untuk mengusut tindakan melanggar hukum yang terjadi dalam kerusuhan usai demonstrasi di sekitar kompleks parlemen pada 27 Agustus 2026.

"Polri harus menegakkan hukum secara tegas terhadap para perusuh yang telah ditangkap," ujar Firdaus dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (1/9).

Dalam dialog publik di Jakarta, Senin (31/8), Firdaus menilai penegakan hukum perlu dilakukan apabila ditemukan bukti adanya tindakan kekerasan atau penggunaan benda berbahaya dalam kerusuhan.

Menurut dia, demonstrasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi karena kebebasan berkumpul, berserikat, dan menyampaikan pendapat dijamin konstitusi.

Namun, Firdaus menekankan kebebasan tersebut memiliki batas sehingga tindakan perusakan, pembakaran, dan kerusuhan tidak dapat dibenarkan dalam demonstrasi.

Ia mengatakan kepolisian memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk mencegah kerusuhan dan perusakan fasilitas umum.

"Polri dalam konteks pengamanan dan pencegahan kerusuhan sudah memiliki jejak panjang, mereka sudah terlatih dan terbiasa. Polisi punya alat yang canggih, punya intelijen dan instrumen penopang lainnya," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, pengamat kebijakan publik Faisal Lohi berpendapat aksi pada Kamis (27/8) awalnya berlangsung relatif damai.

Menurut Faisal, situasi sempat berjalan kondusif ketika pihak DPR RI membuka gerbang dan berdialog dengan demonstran yang menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Perampasan Aset.

"Para pendemo berhasil menjalankan aksi secara damai, kemudian Polri dalam pengamanan massa aksi di lapangan tidak menggunakan pola-pola represif," katanya.

Faisal berpendapat kericuhan yang terjadi pada malam hari perlu diusut untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat dan penyebabnya.

Ia juga berharap pemerintah dan DPR memperbaiki komunikasi politik dalam merespons aspirasi masyarakat karena komunikasi yang tidak tepat dapat memperbesar kekecewaan publik.

"Jangan sampai komunikasi politik yang kurang tepat justru memancing kemarahan publik yang lebih luas," ujarnya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya hingga Selasa menetapkan 49 orang sebagai tersangka terkait kerusuhan saat aksi penyampaian pendapat di kawasan DPR/MPR RI pada Kamis (27/8).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan dari jumlah tersebut, 44 orang dewasa ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum, sedangkan lima anak yang berkonflik dengan hukum ditangani Direktorat Pelayanan Perempuan dan Anak serta Perlindungan Perempuan dan Anak.

Sebanyak 49 tersangka tersebut merupakan bagian dari 322 orang yang sempat diamankan terkait kerusuhan. Sebanyak 273 orang lainnya telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan dan verifikasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Ekonomi
Pertumbuhan Industri Pengol...

Madura United Hajar Arema FC 3-0

5 jam yang lalu | Ones

Olahraga
Madura United Hajar Arema F...
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.