Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Puma Hadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam

📅 Senin, 31 Agu 2026, 19:00 WIB | Oleh:
Puma Hadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam Doc: Puma
Ket. Pelari menggunakan sepatu Deviate Pure Nitro. Sepatu lari tanpa pelat ini mengandalkan Nitrofoam untuk berbagai ritme, dari easy run hingga race day.

JAKARTA – Puma memperluas lini sepatu larinya di Indonesia dengan menghadirkan Deviate Pure Nitro. Produk ini menjadi sepatu tanpa pelat pertama dalam lini Deviate dan dirancang untuk mendukung berbagai jenis aktivitas lari, mulai dari easy run dan latihan rutin hingga interval dan race day.

Deviate Pure Nitro diluncurkan secara global pada 4 Juni 2026 dan menjadi tambahan terbaru dalam lini Deviate yang dikembangkan Puma untuk segmen road running. Berbeda dari sejumlah sepatu lari performa yang menggunakan pelat untuk membantu memberikan dorongan saat berlari, Deviate Pure Nitro mengandalkan teknologi Nitrofoam tanpa menggunakan pelat.

VP Innovation Puma, Romain Girard, mengatakan lini Deviate menjadi salah satu produk utama perusahaan sejak Puma kembali memperkuat bisnis road running.

"Deviate telah menjadi lini andalan kami sejak Puma kembali fokus pada road running. Melalui Deviate Pure Nitro, kami berharap para pengguna dapat lebih mudah meraih kecepatannya tanpa batas dan senantiasa mempertahankan keunggulan performanya," ujar dia melalui keterangan tertulis pada Senin (31/8/2026).

Mengandalkan Nitrofoam

Deviate Pure Nitro menggunakan Nitrofoam sebagai teknologi utama pada bagian midsole. Tanpa konstruksi pelat, sepatu tersebut dirancang untuk memberikan respons dan pengembalian energi melalui karakteristik busa yang digunakan.

Puma menyebut konstruksi tersebut ditujukan untuk menghasilkan sensasi berlari yang lebih mulus dan responsif, termasuk ketika digunakan untuk menempuh jarak yang lebih jauh. Pada bagian upper, sepatu menggunakan engineered mesh yang dirancang ringan dan memiliki sirkulasi udara.

Bagian kerah dan lidah sepatu menggunakan material yang lebih lembut dan empuk untuk mendukung kenyamanan selama digunakan. Sementara itu, bagian outsole menggunakan teknologi Pumagrip yang dirancang memberikan traksi di berbagai permukaan jalan dan kondisi cuaca.

Untuk spesifikasinya, Deviate Pure Nitro memiliki bobot sekitar 220 gram untuk varian pria dan 180 gram untuk varian wanita. Sepatu ini mempunyai tinggi stack 38 milimeter pada bagian tumit dan 30 milimeter pada bagian depan kaki, dengan drop 8 milimeter.

Dirancang untuk Lari dan Aktivitas Harian

Selain aspek performa, Puma merancang Deviate Pure Nitro dengan bentuk yang lebih ramping dan tampilan minimalis agar dapat digunakan dalam aktivitas di luar sesi olahraga. Pendekatan ini mengikuti perubahan tren lari yang tidak hanya berkaitan dengan kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup.

"Easy run, latihan rutin, dan kegiatan lari bersama komunitas menjadi sejumlah aktivitas yang dapat dilakukan menggunakan sepatu tersebut," ungkap Girard.

Deviate Pure Nitro tersedia dalam lima pilihan warna untuk pria, yakni Puma Black-Puma White, Alpine Snow-Warm White, Puma White-Ultra Red-Puma Silver, Ultra Red-Red Rhythm, dan Moss Veil-Puma Black.

Untuk wanita, tersedia pilihan Misty Pink, Sage Glow-Puma White, Puma Black-Puma Silver, Alpine Snow-Warm White, serta Puma White-Ultra Red. Di Indonesia, Deviate Pure Nitro telah tersedia sejak 4 Juni 2026 melalui gerai Puma, jaringan peritel resmi, dan kanal daring Puma Indonesia. Produk tersebut dibanderol dengan harga Rp2.499.000.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Badan Geologi Sebut Erupsi Sinabung Berpotensi Diikuti Letusan yang Lebih Besar

Badan Geologi Sebut Erupsi Sinabung Berpotensi Diikuti Letusan yang Lebih Besar

31 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.