Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Luas karhutla di Kawasan Lereng Gunung Semeru Mencapai 600 Hektare

📅 Senin, 31 Agu 2026, 22:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Luas karhutla di Kawasan Lereng Gunung Semeru Mencapai 600 Hektare Doc: Antara
Ket. Petugas gabungan membuat sekat bakar untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah pergerakan kebakaran di lereng Gunung Semeru, Minggu (30/8/2026).

Lumajang - Luas area terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur diperkirakan mencapai 600 hektare lebih, namun angka tersebut masih dinamis, karena pendataan dan pemantauan terus dilakukan.

"Petugas gabungan saat ini memprioritaskan pengendalian pergerakan api agar tidak memasuki wilayah yang berdekatan dengan pemukiman warga," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Isnugroho saat dihubungi telepon selulernya, Senin sore.

Menurutnya, fokus penanganan diarahkan untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah pergerakan kebakaran mendekati pemukiman dan lahan masyarakat.

"Sejumlah titik api masih terpantau di kawasan lereng Semeru yang merupakan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), antara lain Blok Ayak-Ayak, Kalimati, Gunung Kolong, serta kawasan pertigaan Trisula Malang," tuturnya.

Ia mengatakan api semakin meluas mengarah ke Kalimati, lalu bergeser ke Gunung Kolong, sementara yang di Ayak-Ayak juga masih ada titik api, juga pertigaan Trisula Malang

Kondisi medan lereng Semeru yang sulit dijangkau menjadi tantangan bagi petugas, karena sejumlah titik api tidak dapat diakses kendaraan pemadam, sehingga penanganan dilakukan secara manual melalui jalur darat dengan berjalan kaki.

Salah satu langkah yang dilakukan petugas adalah membuat sekat bakar di lokasi tertentu karena sekat tersebut berfungsi sebagai upaya memperlambat pergerakan api, sehingga tersedia ruang untuk mencegah kebakaran menjangkau area pemukiman dan lahan masyarakat.

"Bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak, langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya perlindungan. Pengendalian tidak hanya diarahkan untuk memadamkan titik api, tetapi juga mengantisipasi arah pergerakan api agar risiko terhadap warga dapat ditekan," katanya.

Sementara itu, helikopter water bombing yang sebelumnya mendukung penanganan karhutla di kawasan Semeru telah dialihkan untuk membantu penanganan kebakaran di wilayah Kalimantan.

"Dengan kondisi tersebut, pengendalian melalui jalur darat dan pencegahan menjadi semakin penting. Petugas gabungan terus memantau titik api dan memperkuat sekat bakar di area yang dinilai memiliki potensi pergerakan kebakaran," ujarnya.

Isnugroho menjelaskan bahwa masyarakat juga memiliki peran penting dalam membantu pencegahan, terutama dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu sumber api di kawasan hutan dan lahan. Informasi mengenai perkembangan kebakaran sebaiknya diperoleh melalui petugas dan sumber resmi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

"Upaya pengendalian karhutla di lereng Semeru terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. Pemantauan, pemadaman manual, dan pembuatan sekat bakar menjadi langkah yang dilakukan untuk menjaga agar api tidak berkembang menuju permukiman maupun lahan warga," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...
Megapolitan
KPK Terus Coba Tuntaskan Ko...
Luar Negeri
20 Negara Dorong Standar Ke...
Luar Negeri
EBT Global Tumbuh Rekor Nam...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.