Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Menguat Tipis, Investor Masih Dihantui Ketidakpastian Global

📅 Senin, 31 Agu 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Menguat Tipis, Investor Masih Dihantui Ketidakpastian Global Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
Ket. Ilustrasi-Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham atau IHSG di Bursa Efek Indonsia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,11% ke level 6.525,48 menunjukkan investor masih memiliki ruang untuk mengakumulasi saham meski tekanan eksternal belum sepenuhnya mereda.

Sikap hati-hati tetap terlihat karena pasar menghadapi ketidakpastian global, termasuk ekspektasi suku bunga AS dan kenaikan harga minyak, sementara dari domestik investor menanti rilis inflasi Agustus serta data perdagangan Juli.

Dengan demikian, penguatan IHSG lebih mencerminkan konsolidasi dan selektivitas investor ketimbang sinyal bahwa risiko pasar telah sepenuhnya mereda.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (31/8) sore, ditutup menguat 7,36 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.525,48 di tengah pelaku pasar mencermati sentimen dari tingkat global dan domestik.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,01 poin atau 0,31 persen ke posisi 643,83.

"Bursa Asia didominasi pelemahan setelah pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada September 2026," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias NIco dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, dalam pidatonya di Jackson Hole pada Jumat (28/08), Warsh memperingatkan bahwa inflasi belum menunjukkan perlambatan yang berarti dan menegaskan kembali komitmen para pembuat kebijakan untuk mengembalikan inflasi ke target sebesar 2 persen.

Di sisi lain, sentimen pasar juga tertekan oleh lonjakan harga minyak, setelah militer AS menargetkan peluncur roket Iran yang tengah bersiap memasang ranjau di Selat Hormuz.

Dari dalam negeri, IHSG menguat terbatas seiring investor masih cenderung berhati-hati menjelang rilis sejumlah data penting pekan ini, diantaranya data inflasi Agustus 2026 dan data perdagangan Juli 2026.

Selain itu, terdapat sentimen positif bahwa DPR RI menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026-2031, menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri pada Juli 2026.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat yaitu dipimpin sektor keuangan yang naik sebesar 1,23 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor keuangan yang naik masing-masing sebesar 0,94 persen dan 0,58 persen.

Sedangkan empat sektor melemah yaitu sektor industri yang turun paling dalam sebesar 1,65 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor barang konsumen primer yang turun masing-masing sebesar 0,71 persen dan 0,35 persen.

Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu KOTA, SRSN, ASLI, BSIM, dan FORU. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni DWGL, RGAS, TMPO, FUJI dan TCPI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Olahraga
Mees Hilgers Resmi Berserag...
Advertisement
Badan Geologi Sebut Erupsi Sinabung Berpotensi Diikuti Letusan yang Lebih Besar

Badan Geologi Sebut Erupsi Sinabung Berpotensi Diikuti Letusan yang Lebih Besar

31 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.