Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanggap Darurat Diperpanjang, Pariwisata Flores Tetap Bergeliat

📅 Senin, 31 Agu 2026, 22:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tanggap Darurat Diperpanjang, Pariwisata Flores Tetap Bergeliat Doc: ANTARA/HO-ASITA NTT.
Ket. Ilustrasi - Destinasi wisata Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu daya tarik wisata Pulau Flores.

KUPANG – Perpanjangan masa tanggap darurat gempa Flores hingga 12 September 2026 dinilai tidak serta-merta mengganggu aktivitas pariwisata di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas wisata tetap dapat berjalan di tengah penanganan pascabencana, tetapi aspek keselamatan dan komunikasi publik harus menjadi prioritas.

Kepastian informasi mengenai kondisi destinasi, aksesibilitas, serta kesiapan infrastruktur penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus mencegah persepsi bahwa seluruh kawasan Flores berada dalam kondisi tidak aman.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTT Oyan Kristian saat dihubungi dari Kupang, Senin (31/8), mengatakan hingga saat ini belum ada laporan dari anggota ASITA NTT mengenai pembatalan perjalanan wisata akibat perpanjangan masa tanggap darurat tersebut.

"Untuk perpanjangan masa tanggap darurat ini tidak sama sekali mempengaruhi kegiatan dan aktivitas pariwisata yang sedang berjalan saat ini. Jadi tidak ada pembatalan, setidaknya ini dari anggota ASITA NTT yang sampai saat ini memang tidak menginformasikan kepada kami tentang ada tur yang batal," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTT memperpanjang masa tanggap darurat penanganan gempa bumi Flores selama 14 hari, terhitung mulai 29 Agustus hingga 12 September 2026.

Oyan menyampaikan aktivitas pariwisata di Pulau Flores kembali berjalan seperti biasa dengan pelaku usaha tetap memberikan informasi terkini kepada wisatawan maupun agen perjalanan mengenai kondisi destinasi wisata.

ASITA NTT menggunakan informasi satu pintu dari Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) sebagai salah satu rujukan dalam menyampaikan kondisi lapangan kepada wisatawan dan mitra agen perjalanan.

Dia mengatakan pembukaan kembali sejumlah destinasi wisata yang telah dinyatakan aman merupakan langkah positif untuk menjaga aktivitas pariwisata tetap berjalan.

"Beberapa destinasi wisata sudah dibuka selama beberapa hari terakhir ini, seperti Danau Kelimutu itu sudah dibuka dari tanggal 25 Agustus. Kami pikir ini langkah yang baik untuk tetap mendorong agar kegiatan pariwisata tetap berjalan," ujarnya.

Dia menilai destinasi yang telah dinyatakan aman berdasarkan hasil asesmen dan pemantauan dapat dibuka dan dipromosikan untuk memberikan pilihan kepada wisatawan yang ingin berkunjung ke Flores.

Namun, Oyan mengatakan destinasi yang masih memiliki potensi bahaya, seperti Desa Adat Wae Rebo dan Liang Bua, sebaiknya tetap ditutup sementara hingga dinyatakan aman.

Menurut dia, penutupan sementara bukan merupakan langkah berlebihan, tetapi bagian dari upaya memastikan wisatawan dapat berlibur dengan aman dan nyaman, terutama untuk mengantisipasi potensi gempa susulan.

Dia menambahkan selain kepastian keamanan destinasi, pelaku usaha pariwisata juga membutuhkan informasi resmi dan akurat dari pemerintah mengenai kondisi terkini di lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.