Ancaman Krisis Iklim di Balik Ketangguhan Nelayan Perempuan Suku Bajo
Minggu, 30 Agu 2026, 22:37 WIB | Oleh: Opik"Kalau tidak bisa melaut, kami harus pikirkan mau makan apa. Makanya ikan kecil-kecil itu kami simpan dan keringkan supaya ada makanan," tutur Rusmi.
Di sinilah krisis iklim memperlihatkan dampaknya yang berlapis. Hari tanpa melaut bukan sekadar kehilangan potensi penghasilan, melainkan ancaman langsung terhadap ketersediaan pangan di meja makan.
Dampak krisis iklim yang kerap diperbincangkan dalam forum-forum global nyata hadir dalam keseharian mereka: laut menentukan penghasilan, darat menentukan nilai tukar hasil tangkapan, dan di rumah, mereka harus menjaga kehidupan tetap berjalan di tengah serba-ketidakpastian.
Di antara laut yang bergejolak dan daratan yang ikut terdampak, Musna dan Rusmi terus bertahan. Sebab ketika peluang kerja di darat hampir nihil, laut yang kian ganas sekalipun tetap menjadi satu-satunya tumpuan hidup. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!