Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gawai Jadi Teman Melaut, Nelayan Pariaman Lebih Mudah Tentukan Lokasi Tangkap

📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gawai Jadi Teman Melaut, Nelayan Pariaman Lebih Mudah Tentukan Lokasi Tangkap Doc: ANTARA/Aadiaat MS
Ket. Pemantauan perkiraan ketinggian gelombang laut di gawai melalui aplikasi yang digunakan nelayan untuk melaut.

PARIAMAN – Teknologi kini bisa jadi teman melaut yang bikin kerja nelayan lebih efisien. Mulai dari GPS, fish finder, informasi cuaca, hingga pemetaan zona ikan berbasis satelit dan AI, teknologi membantu nelayan menentukan lokasi tangkapan dengan lebih tepat sehingga waktu dan biaya operasional bisa ditekan.

Ujungnya bukan sekadar ikan yang didapat lebih banyak, tetapi bagaimana nelayan bisa melaut dengan lebih hemat, aman, dan produktif.

Tantangannya, teknologi juga harus dibuat mudah digunakan dan terjangkau agar benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh nelayan kecil.

Nelayan di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), telah memanfaatkan teknologi dalam menentukan lokasi tangkap ikan di laut melalui aplikasi yang dapat dioperasikan melalui gawai guna mempermudah proses penangkapan.

"Nelayan mengunduh aplikasi, ketika saya cek di hp (telepon genggam) mereka telah banyak lokasi yang telah ditandai," kata Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Zainal di Pariaman, Jumat (28/8).

Ia mengatakan melalui aplikasi tersebut nelayan menandai lokasi yang pernah mereka kunjungi untuk penangkapan ikan sehingga dikemudikan hari dapat kembali ke sana tanpa meraba-raba.

Melalui aplikasi tersebut, lanjutnya, nelayan juga dapat mengetahui perkiraan tinggi gelombang laut sehingga dapat menyesuaikan keberangkatan dan kembali ke daratan.

"Saya juga memiliki aplikasi tersebut, yang memberitahu nelayan. Saya lihat untuk perkiraan tinggi gelombang laut sesuai," katanya.

Ia menyebutkan salah satu aplikasi yang digunakan nelayan untuk penangkapan ikan tersebut yaitu Fishing Points yang dapat diunduh di Play Store.

Meskipun nelayan Pariaman telah memiliki aplikasi tersebut namun masih sebatas hanya menandai lokasi tangkapan, belum bisa pada memantau keberadaan ikan, ujar dia.

Oleh sebab itu, lanjutnya, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman menunggu realisasi pemanfaatan HF Radar milik BMKG pada sektor perikanan tangkap yang dipasang di kawasan pantai di daerah itu.

Hal tersebut karena teknologi pada radar tersebut tidak saja bisa memantau adanya gelombang tsunami namun juga dapat memantau lokasi gerombolan ikan sehingga dapat mempermudah nelayan menangkap komoditas itu di lautan.

Ia menyebutkan Pariaman memiliki ratusan nelayan yang sebagian besar merupakan nelayan tradisional dengan produksi ikan tangkap per tahun mencapai 6.500 ton.

Keberadaan teknologi diperlukan agar nelayan Pariaman dapat mendongkrak produktivitas sehingga bisa meningkatkan perekonomian mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...
Nasional
Dampak kemarau di Kabupaten...

Pameran filateli di Bandung

3 jam lalu | Wahyu AP

Rona
Pameran filateli di Bandung
Ekonomi
Aksesori lurik berbahan lim...

Festival Hungry Ghost di Medan

3 jam lalu | Wahyu AP

Rona
Festival Hungry Ghost di Medan
Wisata
Pemerintah segera rekonstru...
Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.