Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ancaman Krisis Iklim di Balik Ketangguhan Nelayan Perempuan Suku Bajo

2 Minggu, 30 Agu 2026, 22:37 WIB | Oleh:
Ancaman Krisis Iklim di Balik Ketangguhan Nelayan Perempuan Suku Bajo Ancaman Krisis Iklim di Balik Ketangguhan Nelayan Perempuan Suku Bajo Doc: ANTARA/Faradila Alim
Ket. Nelayan perempuan Bajo, Musna Labaso yang aktivitas melaut nya kini menumpang di kapal nelayan lainnya karena kapalnya telah hancur di hantam ombak.

GORONTALO - Laut adalah denyut nadi Musna Labaso. Lebih dari dua dekade, perempuan berusia 40 tahun ini menggantungkan hidup dari hasil tangkapan di perairan Gorontalo.

Sejak 2003, warga Desa Bajo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo ini terbiasa menghabiskan hari-hari di atas perahu, bahkan kerap melaut hingga dua hari menyeberang ke pulau yang jauh dari permukimannya.

Sayangnya, beberapa bulan terakhir situasi berubah. Ombak yang makin meninggi dan cuaca yang tak menentu memaksa Musna menahan diri. Ia tak lagi leluasa berlayar ke laut lepas dan hanya berani beroperasi di perairan dangkal.

Maret lalu menjadi kali terakhir ia menjangkau wilayah tangkapan jauhnya. Musibah datang ketika perahu kecil yang menjadi penopang hidupnya hancur dihantam ombak besar. Kendati demikian, Musna tak berhenti. Ia terus melaut dengan menumpang perahu nelayan lain, berbekal alat tangkap sederhana berupa tali nilon, pemberat timah, dan umpan cacing.

"Kalau cuaca tidak bagus, kami tidak bisa pergi jauh. Sekarang saya juga tidak punya perahu sendiri karena sudah rusak dihantam ombak. Jadi kalau mau melaut, saya harus ikut perahu orang lain," tuturnya.

20260830223140_2.jpg

Nelayan melaut di tengah gelombang tinggi di perairan Desa Bajo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Minggu (30/8/2026). Aktivitas tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. (Antara/Faradila Alim)

Hasil tangkapan Musna pun merosot tajam. Jika dulu ia bisa membawa pulang 10 kilogram ikan sehari, atau hingga 20 kilogram jika melaut dua hari ke laut lepas, kini rata-rata tangkapannya menyusut hingga tersisa sekitar empat kilogram. Jenis ikan seperti goropa, katambak, hingga oci makin sulit dipancing.

"Dulu kami bisa dapat banyak. Sekarang hasilnya sedikit sekali, ikan semakin susah didapat," keluh Musna.

Menurunnya hasil laut berbanding lurus dengan pendapatannya. Ironisnya, ketidakpastian harga di pasaran memperburuk keadaan. Saat cuaca buruk dan pasokan ikan langka, harga jual di darat justru acap kali anjlok akibat menurunnya daya beli masyarakat yang terdampak kemarau panjang. Ketika harga ikan melambung, warga memilih beralih ke bahan pangan lain.

Kondisi ini menjepit Musna dalam dua ketidakpastian, yakni ancaman bahaya di laut dan ketidakpastian harga di pasar. Padahal, bagi perempuan yang hidup sebatang kara ini, tak ada pilihan pekerjaan lain selain menggantungkan hidup pada laut.

"Kalau tidak melaut, saya tidak punya pekerjaan lain. Dari laut ini saya mencari kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.

Berharap punya perahu lagi

Tanpa perahu sendiri, ruang gerak Musna terbatas. Harapannya kini tertuju pada uluran tangan pemerintah agar ia bisa kembali berlayar mandiri demi menyambung hidup.

"Saya berharap bisa punya perahu lagi agar bisa kembali mencari ikan tanpa harus selalu menumpang," ucap Musna.

20260830223413_3.jpg

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Rona
Joko Anwar Masuk Daftar 50 ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.