Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Bangkalan Pastikan Kuota Pupuk Subsidi Aman Hingga Akhir 2026

📅 Minggu, 30 Agu 2026, 22:49 WIB | Oleh:
Pemkab Bangkalan Pastikan Kuota Pupuk Subsidi Aman Hingga Akhir 2026 Doc: ANTARA/ HO-Pemkab Bangkalan
Ket. Petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Bangkalan memantau stok pupuk di salah satu gudang penyimpanan pupuk di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

BANGKALAN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, memastikan kuota pupuk bersubsidi di wilayah itu aman hingga akhir tahun 2026, karena stok masih melimpah.

"Ini berdasarkan pantauan langsung di lapangan ke sejumlah agen dan kios pupuk yang ada di Bangkalan hingga 28 Agustus 2026 kemarin," kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Pemkab Bangkalan Abu Said di Bangkalan, Minggu.

Ia menjelaskan, jatah alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat untuk masyarakat petani di Kabupaten Bangkalan tahun ini sebanyak 33.771 ton, terdiri atas pupuk urea, NPK dan pupuk organik.

"Realisasi penyaluran di Bangkalan ini antara 22 persen hingga 61 persen," katanya.

Ia menjelaskan, realisasi penyaluran urea mencapai sekitar 45 persen, pupuk organik 22 persen dan pupuk NPK 61 persen.

"Jadi, untuk stok pupuk yang tersedia, sampai di tingkat kios aman. Di gudang ada sekitar 2.000 ton," katanya.

Menurut Abu Said, di Bangkalan distribusi pupuk bersubsidi dilakukan mulai dari pabrik, distributor, kios, hingga petani.

"Di Bangkalan ini ada sebanyak 112 kios pupuk yang tersebar di 18 kecamatan," kata dia.

Sementara, harga tebus pupuk sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Untuk pupuk urea dipatok sekitar Rp 1.800 per kilogram atau Rp90 ribu per sak (50 kilogram), NPK Rp1.840 per kilogram atau Rp92 ribu per sak (50 kilogram), sedangkan pupuk organik Rp640 per kilogram atau Rp 25.600 per sak (40 kilogram).

Selain memastikan ketersediaan stok, Pemkab Bangkalan juga memastikan distribusi pupuk bersubsidi di wilayah itu tepat sasaran, karena pemkab telah membentuk tim pemantau di semua kecamatan se-Kabupaten Bangkalan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Luar Negeri
Topan Dujuan Terjang Wilaya...

Perubahan APBD Tahun Ini Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.