Rem Kendaraan Anda Bunyi Berdecit? Ini Penyebab dan Cara Atasinya!
📅 Jumat, 28 Agu 2026, 04:53 WIB | Oleh: Opik7. Ada karat pada cakram
Kendaraan yang lama tidak digunakan atau baru terkena air dapat mengalami karat permukaan pada cakram. Lapisan karat tipis biasanya dapat hilang setelah kendaraan digunakan dan rem bekerja beberapa kali.
Meski begitu, jika karat cukup tebal atau suara tetap muncul setelah kendaraan digunakan, kondisi sistem rem perlu diperiksa. Jangan menganggap semua bunyi akan hilang dengan sendirinya.
Cara mengatasi rem yang bunyi berdecit
Penanganan rem berbunyi sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya. Jika sumbernya adalah debu atau kotoran, komponen dapat dibersihkan dengan prosedur yang tepat. Jika kampas sudah aus, penggantian menjadi solusi yang diperlukan. Sementara itu, cakram yang tidak rata atau kaliper yang bermasalah membutuhkan pemeriksaan mekanik.
Pemilik kendaraan juga sebaiknya melakukan pemeriksaan rem secara berkala, termasuk mengecek kondisi kampas dan cakram. Perawatan rutin membantu mendeteksi masalah sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
Jika suara berdecit hanya muncul sesekali dan pengereman tetap normal, pengendara tetap perlu memperhatikan perkembangannya. Namun, jika bunyi muncul terus-menerus dan disertai rem kurang pakem, pedal atau tuas terasa tidak normal, getaran, atau jarak pengereman bertambah, sebaiknya kendaraan segera diperiksa dan hindari menunda perbaikannya.
Pada akhirnya, bunyi berdecit bukan selalu berarti rem mengalami kerusakan berat. Akan tetapi, karena rem berhubungan langsung dengan keselamatan, suara yang tidak biasa tetap layak diperiksa agar kendaraan tetap aman digunakan. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!