Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Panik! Ini SOP yang Aman Saat Mobil Mogok di Perjalanan

25 Senin, 14 Sep 2026, 17:14 WIB | Oleh:
Jangan Panik! Ini SOP yang Aman Saat Mobil Mogok di Perjalanan Jangan Panik! Ini SOP yang Aman Saat Mobil Mogok di Perjalanan Doc: ANTARA/Adeng Bustomi
Ket. Montir memperbaiki mobil pemudik yang rusak dan parkir di bahu Jalan Lingkar Gentong Bawah, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (6/5).

JAKARTA - Kendaraan yang mogok di tengah jalan dapat memicu kepanikan, terlebih ketika pengemudi tidak mengetahui penyebab kerusakan yang dialami oleh kendaraan yang sedang mereka tunggangi.

Mitsubishi Motors Indonesia dalam laman resminya, Senin (14/9), membagikan sejumlah tips yang dapat dilakukan pengemudi ketika menghadapi situasi darurat, mulai dari mesin mati, overheat, ban bocor hingga kendaraan yang harus diderek.

Apabila mobil mogok, pengemudi perlu segera mengarahkan kendaraan ke bahu jalan atau lokasi yang aman.

Lampu hazard harus dinyalakan dan segitiga pengaman dipasang pada jarak yang mencukupi dari kendaraan, agar pengguna jalan lain dapat mengetahui keberadaan mobil yang berhenti.

Jika mesin tidak dapat dihidupkan akibat baterai atau aki lemah, pengemudi dapat menggunakan kabel jumper dengan bantuan kendaraan lain.

Namun, apabila penyebab mogok tidak diketahui, sebaiknya jangan memaksakan mesin untuk kembali menyala dan segera meminta bantuan teknisi.

Waspadai Mesin Overheat

Situasi darurat lainnya adalah mesin mengalami panas berlebih atau overheat. Kondisi ini, dapat ditandai dengan indikator peringatan temperatur yang berkedip pada dasbor.

Pengemudi harus menghentikan kendaraan di tempat aman dan mematikan mesin. Jika terlihat uap dari ruang mesin, tunggu hingga uap berhenti sebelum membuka kap mesin.

Jangan membuka tutup radiator ketika mesin masih panas karena cairan bertekanan dapat menyebabkan luka bakar.

Setelah mesin cukup dingin, periksa kipas pendingin, level cairan pendingin melalui reservoir, serta selang radiator dan drive belt.

Jika ditemukan kebocoran atau kerusakan, kendaraan sebaiknya tidak dipaksakan berjalan dan segera dibawa ke bengkel.

Ban Bocor dan Kendaraan Harus Diderek

Ban yang kehilangan tekanan, dapat membuat mobil terasa oleng atau setir menarik ke satu arah. Pengemudi harus memperlambat kendaraan dan berhenti di tempat rata serta stabil.

Sebelum mengganti ban, aktifkan rem parkir, matikan mesin, pasang hazard dan segitiga pengaman, kemudian keluarkan penumpang ke lokasi yang aman.

Untuk transmisi manual, tuas dipindahkan ke posisi R, sedangkan transmisi otomatis pada posisi P. Pengganjal ban juga perlu dipasang secara diagonal berlawanan dengan roda yang diganti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
PT Pertamina Siapkan Tiga J...
Megapolitan
Pemkot Bekasi Dorong Pengel...
Megapolitan
Wakil Wali Kota Bekasi Duku...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.