Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
📅 Kamis, 27 Agu 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim RedaksiMenurut Maesyal, persoalan utama dari pengelolaan CSR saat ini bukanlah pada jumlah atau ketersediaan dana, melainkan pada lemahnya koordinasí dan kewajiban pelaporan dari pihak korporasi.
Akibat minimnya laporan tersebut, lanjutnya, program yang digulirkan perusahaan seringkali kurang terdata dengan baik oleh pemerintah daerah.
”Bukan kurang. Masih banyak yang tidak melaporkan kepada kita, ada program apa saja. Harusnya mereka melaporkan kepada kita program yang mereka jalankan, salah satunya CSR,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang menilai, program CSR seharusnya diarahkan agar lebih produktif, tepat sasaran, dan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat sekitar kawasan industri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai solusi, Pemkab Tangerang berencana mendorong penguatan peran Forum CSR sebagaí wadah resmi koordinasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (1)
28 Aug 2026, 10:15 WIB.
Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif menjadi program pemberdayaan berkelanjutan adalah langkah yang sangat tepat, mengingat UMKM di sekitar kawasan pabrik sejatinya memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi mitra penunjang kelancaran produksi jika diberikan pendampingan teknis dan manajerial yang berkesinambungan.
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!