Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Papua Pegunungan Ajak Warga Tanam Pohon di Hutan Gundul Cegah Banjir dan Longsor.

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 11:15 WIB | Oleh:
Pemprov Papua Pegunungan Ajak Warga Tanam Pohon di Hutan Gundul Cegah Banjir dan Longsor. Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Papua Pegunungan John Tabo diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan mengimbau masyarakat delapan kabupaten di provinsi itu untuk menghijaukan hutan yang gundul dengan cara menanam guna mencegah terjadinya bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor.

Gubernur Papua Pegunungan John Tabo dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu, mengimbau masyarakat di delapan kabupaten untuk menanam pohon untuk kembali menghijaukan kawasan hutan yang telah gundul.

“Masyarakat harus kembali menanam pohon di kawasan hutan yang telah dibabat atau gundul, sehingga kelestarian alam dapat kembali terjaga dan mencegah terjadinya bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor,” katanya.

Menurut Gubernur, untuk kembali menghijaukan kawasan hutan yang telah gundul pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten di Papua Pegunungan tidak bisa bekerja sendiri, harus ada dukungan Kementerian Kehutanan RI.

“Kami butuhkan dukungan nyata, baik anggaran maupun kebijakan untuk dapat menanam kembali kawasan hutan yang gundul di wilayah Papua Pegunungan supaya dapat kembali hijau dan menjadi sumber oksigen bagi makhluk hidup,” ujarnya.

Dia menjelaskan kawasan hutan di wilayah Papua Pegunungan agak berbeda dengan kawasan hutan di wilayah pesisir yang memiliki pohon-pohon besar karena iklimnya panas.

“Kami di wilayah Papua Pegunungan pohon-pohon besar itu jarang sekali, karena dipengaruhi dengan cuaca yang dingin, maka pohon besar jarang dapat berkembang. Maka, dukungan pemerintah pusat sangat penting untuk program penghijauan di daerah ini,” katanya.

Dia menambahkan masyarakat Papua Pegunungan tidak memiliki kebiasaan bakar pohon dan merusak hutan sembarangan, karena dalam budaya hal itu dilarang.

“Hutan adalah mama, karena di dalamnya tersimpan sumber kehidupan bagi masyarakat Papua, baik pesisir maupun pegunungan, sehingga kawasan ini perlu mendapatkan perlindungan yang baik,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Seniman Prancis Gelar Pelatihan Teater Boneka

28 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Seniman Prancis Gelar Pelat...
Ekonomi
Populasi Kendaraan Listrik ...
Luar Negeri
Ribuan Orang Berunjuk Rasa ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.