Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hingga Kuartal II 2026, GMF Bukukan Pertumbuhan Pendapatan 51%

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 11:05 WIB | Oleh:
Hingga Kuartal II 2026, GMF Bukukan Pertumbuhan Pendapatan 51% Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA — PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) melanjutkan tren pertumbuhan kinerja positif hingga kuartal II 2026. Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim per 30 Juni 2026, GMF membukukan pendapatan (revenue) sebesar USD270,29 juta, meningkat 51% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar USD178,96 juta. 

Pertumbuhan pendapatan tersebut turut diikuti dengan penguatan profitabilitas Perseroan. EBITDA GMF tercatat sebesar USD34,82 juta, meningkat 39,1% secara tahunan, sementara laba berjalan mencapai USD 10,81 juta.

Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, menyampaikan pertumbuhan kinerja pada kuartal II 2026 merupakan hasil dari peningkatan aktivitas bisnis Perseroan yang berjalan beriringan dengan konsistensi Perseroan dalam menjaga efisiensi operasional.

“Pertumbuhan pendapatan pada kuartal II didukung oleh peningkatan pendapatan Time Material Basis (TMB) baik dari Garuda Indonesia Group maupun non-Grup, khususnya yang berkaitan dengan reaktivasi pesawat pada segmen airframe dan pekerjaan engine milik lessor pada segmen engine. Di tengah peningkatan aktivitas tersebut, GMF juga berhasil menjaga beban operasional lainnya sehingga laba operasi tetap mampu menutupi beban finansial serta dampak rugi selisih kurs di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah hingga akhir kuartal kedua,” ujar Andi dalam keterangannya tertulisnya, akhir pekan lalu.

Pertumbuhan kinerja finansial GMF juga didukung oleh peningkatan aktivitas operasional serta berbagai pencapaian strategis. Memasuki kuartal II, GMF mencatatkan sejumlah milestone yang memperkuat kapasitas layanan sekaligus memperluas jangkauan bisnis di pasar domestik dan internasional.

Di sisi fasilitas, GMF resmi melakukan inaugurasi pemanfaatan fasilitas di Pondok Cabe untuk mendukung kegiatan maintenance tipe pesawat ATR. Pemanfaatan fasilitas ini menambah fleksibilitas operasional GMF dalam memberikan lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan maintenancepelanggan sekaligus mendukung peningkatan kapasitas layanan Perseroan.

Pada segmen airframe, GMF berhasil menyelesaikan reaktivasi dua pesawat Airbus A320 dan satu pesawat ATR milik Citilink. Di pasar internasional, GMF terus memperkuat portofolio layanan melalui penyelesaian overhaul landing gear K-Mile Air, penyelesaian C-Check pesawat Boeing 747 Pecotox Air, serta mendukung inaugural flight T’way Air.

Dalam memperkuat kapabilitas dan standar layanan, GMF berhasil memperoleh sertifikasi AS9100D dari SIRIM QAS International, Malaysia. Sertifikasi ini menegaskan penerapan sistem manajemen mutu berstandar internasional untuk industri aviasi, antariksa, dan pertahanan, sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis Perseroan pada bidang aerostructure.

Penguatan kinerja GMF tercermin pada posisi ekuitas Perusahaan yang mengalami pertumbuhan signifikan. Hingga 30 Juni 2026, total ekuitas GMF mencapai USD 144,62 juta, meningkat 158,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang masih mencatat defisiensi modal sebesar USD 248,99 juta. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin solidnya posisi keuangan Perseroan dalam mendukung keberlanjutan operasional, pengembangan kapabilitas, dan ekspansi bisnis GMF ke depan.

"Pertumbuhan revenue dan penguatan ekuitas yang kami capai menjadi momentum untuk membawa GMF ke tahap pertumbuhan pada kuartal berikutnya. Seiring dengan semakin matangnya berbagai rencana ekspansi dan pengembangan bisnis yang tengah dipersiapkan, GMF optimis untuk terus memperkuat kapabilitas dan menjaga efisiensi operasional untuk pertumbuhan yang semakin berkelanjutan," tutup Andi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Nasional
Wamenaker Apresiasi Olahan ...
Ekonomi
Hingga Kuartal II 2026, GMF...
Advertisement
Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.