Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konsumsi Solar Subsidi Melonjak 15,1 Persen, BPH Migas Ungkap Penyebabnya

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 01:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Konsumsi Solar Subsidi Melonjak 15,1 Persen, BPH Migas Ungkap Penyebabnya Doc: Antara
Ket. Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi ke tangki kendaraan di SPBU Batoh, Banda Aceh, Aceh, Selasa (4/8).

Badung, Bali - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat konsumsi solar bersubsidi naik hingga 15,10 persen pada Agustus 2026 yang disebabkan oleh kenaikan harga solar nonsubsidi dan peningkatan aktivitas logistik.

“Dari sisi monitoring penyaluran BBM untuk minyak solar, itu juga kenaikannya cukup signifikan,” ujar Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI yang dipantau dari Badung, Bali, Rabu (26/8).

Wahyudi menyampaikan rata-rata penyaluran solar subsidi atau biosolar sebelum terjadinya kenaikan harga solar nonsubsidi seperti Dex series adalah 50.624 kiloliter (KL) per hari. Akan tetapi, setelah harga solar nonsubsidi naik pada 18 April 2026, terjadi lonjakan rata-rata penyaluran biosolar.

Pada 18 April hingga 4 Mei 2026, konsumsi biosolar tercatat sebanyak 50.745 KL per hari, naik 0,24 persen dengan selisih 121 KL per hari apabila dibandingkan dengan rata-rata penyaluran biosolar sebelum kenaikan harga solar nonsubsidi.

Kemudian, pada Mei 2026, kenaikan konsumsi biosolar kembali terjadi, yakni sebanyak 52.685 KL per hari, naik 4,07 persen dengan selisih 2.061 KL per hari apabila dibandingkan dengan rata-rata penyaluran biosolar sebelum kenaikan harga solar nonsubsidi.

Tren kenaikan juga terus terjadi pada 1–10 Juni yakni 56.521 KL, naik 11,65 persen dibandingkan sebelum kenaikan harga solar nonsubsidi. Kemudian pada 10 Juni–1 Juli (56.827 KL, naik 12,25 persen); 1 Juli–1 Agustus (57.963 KL, naik 14,50 persen); serta rata-rata Agustus sebesar 58.271 KL (naik 15,10 persen).

“Kenaikan yang paling tinggi di bulan Agustus sebesar 15,10 persen. Ini khusus solar dan kami terus melakukan proses dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat secara baik, karena faktor ekonomi juga terjadi indikasi peningkatan,” ucap Wahyudi.

Wahyudi menyampaikan terdapat aktivitas logistik yang meningkat, baik ekspor maupun impor untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Selain itu, lanjut dia, peningkatan penggunaan solar juga disebabkan kebutuhan sektor produktif.

“Sektor perdagangan tumbuh 6,39 persen year to date, serta akomodasi makan-minuman tumbuh 10,6 persen year to date, serta pertanian juga mengalami pertumbuhan 3,8 persen year to date,” kata Wahyudi.

Pertumbuhan sektor produktif tersebutlah yang kemudian mendorong kenaikan konsumsi solar bersubsidi, selain disparitas harga dengan solar nonsubsidi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Ekonomi
Di Tengah Tekanan Biaya, Ap...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.