Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dibuka Melemah, Rupiah Diprediksi Menguat Karena Ketegangan di Timteng Mereda

📅 Senin, 27 Jul 2026, 10:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dibuka Melemah, Rupiah Diprediksi Menguat Karena Ketegangan di Timteng Mereda Doc: ANTARA
Ket. Uang pecahan Rp100.000.

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada Senin (27/7) pagi bergerak melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp17.972 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.963 per dolar AS.

Namun analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memprediksi rupiah menguat seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah (Timteng).

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS (Amerika Serikat) di tengah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul penghentian aksi saling serang antara AS dan Iran,” katanya di Jakarta, Senin.  

Mengutip Anadolu, tidak ada laporan serangan baru dari Amerika Serikat maupun Iran untuk malam kedua berturut-turut, sementara Pakistan dan Qatar meningkatkan upaya mediasi guna mendorong deeskalasi konflik antara Washington dan Teheran.

Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), jeda tersebut terjadi setelah hampir dua pekan serangan Amerika Serikat yang menyasar infrastruktur militer, sistem pengawasan pesisir, fasilitas rudal dan pesawat nirawak, aset angkatan laut, serta pusat logistik Iran.

Sumber pemerintah Pakistan mengatakan kepada Anadolu bahwa Islamabad dan Doha kini mengintensifkan pertukaran pesan antara Amerika Serikat dan Iran.

Langkah itu dilakukan setelah kedua pihak menyampaikan tanggapan mereka terhadap formula bersama yang diajukan mediator untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Juru bicara militer Iran Amir Mohammad Akraminia mengatakan strategi Teheran didasarkan pada prinsip "penangkalan melalui pembalasan", sehingga respons militer Iran bergantung pada tindakan Amerika Serikat.

Namun, Lukman berpendapat penguatan rupiah akan terbatas seiring investor cenderung wait and see serentetan rilis data ekonomi penting AS, antara lain Produk Domestik Bruto (PDB) dan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE).

“PDB AS diperkirakan tumbuh 2,3 persen quartal on quartal (QoQ), sedangkan inflasi PCE inti naik 0,1 persen (QoQ),” katanya.

Selain itu, pasar juga tengah menunggu pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang kemungkinan menyinggung kenaikan harga minyak dunia baru-baru ini dan kekhawatiran kembalinya tekanan inflasi. 

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.900-Rp18 ribu per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi Pesisir Muna Barat Terus Dibenahi

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ekonomi Pesisir Muna Barat ...

Bekasi Bersiap Pilkades, ASN Diminta Netral

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bekasi Bersiap Pilkades, AS...
Nasional
PT KAI Sediakan 124 “Wate...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Mengundurkan Diri

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Mengundurkan Diri

27 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.