Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kisah Mengharukan “Rumah Singgah”, Film yang Menyalakan Harapan Pejuang Kanker

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 20:58 WIB | Oleh:
Kisah Mengharukan “Rumah Singgah”, Film yang Menyalakan Harapan Pejuang Kanker Doc: Antara foto
Ket. Pemain dan tim film “Rumah Singgah” dalam konferensi pers pemutaran pratayang film tersebut di Jakarta, Rabu (19/8).

JAKARTA - Ketika dukungan orang sekitar berperan menjadi kekuatan menemukan harapan di tengah perjuangan menghadapi kanker itu digambarkan dalam film “Rumah Singgah” garapan sutradara Dyan Sunu Prastowo.

Film bergenre drama itu mengajak penonton mengikuti perjalanan empat penderita kanker yakni Karla, Toni, Luki, dan Pika yang tinggal di rumah singgah untuk mewujudkan impian mereka bersama.

Cerita berpusat pada Karla (Adhisty Zara), seorang atlet lari muda yang tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi mengalami cedera. Setelah menjalani pemeriksaan, Karla menghadapi kenyataan pahit bahwa dokter mendiagnosisnya mengidap kanker tulang atau osteosarkoma.

Dalam proses menjalani perawatannya, Karla memilih tinggal di sebuah rumah singgah khusus pasien kanker yang dikepalai oleh Bu Andin (Dewi Irawan) dan dibantu Mang Didu (Aming). Kehidupan di rumah singgah mempertemukannya dengan pasien lain, seperti Toni (Cicio Manassero), Pika (Messi Gusti), dan Luki (Devano), yang sama-sama tengah berjuang menghadapi kanker.

Namun, keberadaannya di rumah singgah menjadi pengalaman baru bagi Karla yang tidak langsung mampu berdamai dengan keadaan. Ia masih bergulat dengan penolakan kondisinya karena penyakit tersebut membuat hidupnya berubah sebagai atlet.

Bagi Karla sebagai atlet yang terbiasa mengandalkan tubuhnya untuk berlari membuatnya kembali merasa utuh. Namun, kondisi fisiknya karena penyakit tersebut membatasi gerak terutama pada kakinya, bahkan ia harus menggunakan tongkat untuk menopang tubuhnya saat berdiri maupun berjalan.

Seiring waktu, Karla mulai membuka diri kepada orang-orang di rumah singgah, terutama kedekatannya dengan Luki, Toni, Pika, Mang Didu hingga Bu Andin yang perlahan menjadi sosok penting dalam perjalanan emosionalnya.

Kedekatan Karla dengan Luki, Toni, Pika, Mang Didu berkembang menjadi sebuah persahabatan yang menjadi inti cerita. Terutama berawal dari membantu Pika membuat 1.000 burung origami yang dipercaya akan bisa membawa impian terwujud, memiliki keinginan sederhana untuk pergi ke pantai.

Dari situ mereka sepakat saling menjalankan misi membantu mewujudkan impian masing-masing itu turut mengajak penonton merasakan persahabatan, kehilangan, keluarga, hingga kuatnya harapan. Toni dengan keinginannya untuk bertemu kembali dengan mantan kekasihnya, Karla yang ingin kembali berlari di lapangan hingga Luki yang berharap bisa bertemu kakak lelakinya.

Secara keseluruhan, film “Rumah Singgah” menghadirkan drama dengan konflik yang tidak terlalu menggebu-gebu namun cukup emosional ada keinginan yang harus berhadapan dengan penolakan, bahkan rasa kecewa.

Tak hanya menyorot perjuangan pasien menghadapi kanker, orang-orang yang berada di sekitar mereka turut menjalani proses emosional yang menghadirkan hubungan, dukungan, dan harapan.

“Kita kan enggak cuman yang mengidap kanker, tapi justru caregiver-nya, justru orang-orang sekitarnya yang dengan sepenuh hati tulus menggenggam tangannya, memberikan perhatian. Di sini kita memang semua yang berjuang,” ujar sutradara Dyan Sunu Prastowo, dalam konferensi pers usai pemutaran pratayang film tersebut di Jakarta, Rabu (19/8).

Penampilan Adhisty Zara menghadirkan Karla dengan pembawaan yang cukup natural, terutama ketika menampilkan sisi rapuh seorang atlet muda yang harus berhadapan dengan diagnosis kanker tulang. Adegan ketika Karla mencurahkan kegelisahan dan ketakutannya terasa menjadi ruang bagi Zara untuk memperlihatkan perkembangan emosional karakternya.

Devano menghadirkan Luki dengan ekspresi dan gestur yang mencerminkan perhatian terhadap orang-orang di sekitarnya juga terasa natural. Film tidak terus-menerus membawa penonton dalam suasana sedih, tetapi menyelipkan humor dan romantisme di antara adegan emosional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sengketa Tanah Golat Memanas, Keturunan Raja Pagi Tempuh Jalur Hukum
    Preview komentar:
    Raja Pagi Sinurat adalah anak kedua dari Raja ...
  • PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
    Preview komentar:
    Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini tentu ...
  • Karawang Punya 9 Kawasan Industri, Warga Lokal Disiapkan Jadi Tenaga Kerja
    Preview komentar:
    Membaca ulasan positif mengenai komitmen Pak Bupati ini ...
Luar Negeri
Bos CIA ke Moskow Bawa Peri...
Link CCTV Pantau Demo 27 Agustus 2026 di DPR Jakarta, Cek Kondisi Jalan secara Live

Link CCTV Pantau Demo 27 Agustus 2026 di DPR Jakarta, Cek Kondisi Jalan secara Live

27 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.