Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mobil Listrik Bekas Mulai Ngetren, Konsumen Gandrungi Segmen EV

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 07:37 WIB | Oleh:
Mobil Listrik Bekas Mulai Ngetren, Konsumen Gandrungi Segmen EV Doc: antara foto
Ket. Penjualan mobil bekas

JAKARTA - Tren kendaraan listrik bekas mulai menunjukkan peningkatan minat di pasar otomotif domestik, sejumlah penjual mengungkapkan bahwa mobil listrik bekas kini semakin diminati konsumen, terutama di tengah kenaikan harga bahan bakar.

Penjual kendaraan bekas daring, Fariz Czaesariyan mengatakan, permintaan terhadap kendaraan elektrifikasi murni bekas mengalami peningkatan cukup agresif dalam beberapa waktu terakhir.

“Untuk sekarang jelas segmen EV bekas yang lagi digandrungi banyak calon pembeli. Karena harga BBM yang juga cenderung naik. Lalu tren EV bekas yang ‘terkenal’ nilai depresiasinya lumayan tinggi menjadi daya tarik lebih bagi para calon pembeli,” ujar Fariz kepada ANTARA di Jakarta, Selasa (19/5).

Menurut dia, kendaraan listrik bekas di rentang harga Rp120 juta hingga Rp180 juta kini banyak diburu konsumen sebagai kendaraan kedua.

Hal tersebut didorong oleh pertimbangan efisiensi operasional di tengah penyesuaian harga BBM nonsubsidi, terutama pada jenis diesel

Sementara itu, kendaraan berbahan bakar konvensional, khususnya diesel, justru mengalami perlambatan penjualan di pasar mobil bekas.

Fariz menuturkan, segmen mobil bekas bermesin pembakaran internal (ICE) di kisaran harga Rp200 juta hingga Rp300 juta saat ini cenderung sepi peminat.

“Untuk sekarang, di segmen mobil (ICE) bekas di rentang harga Rp200 juta sampai Rp300 jutaan sangat terasa sepi ya,” kata dia.

Keluhan serupa juga disampaikan Pemilik Khayangan Garage, Juan Darmawan. Ia mengaku penjualan mobil bekas di tempat usahanya mengalami penurunan hingga 40 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

“Sebulan itu biasanya mobil bisa keluar sebanyak 5 sampai dengan 8 unit. Sekarang-sekarang ini, paling banyak 4 unit, itu juga udah susah banget,” ujar Juan.

Menurut dia, segmen kendaraan diesel menjadi yang paling terdampak,“Yang jelas mobkas diesel lagi jatuh penjualannya karena imbas BBM naik". 

Meski demikian, Juan menilai kondisi tersebut masih merupakan bagian dari dinamika pasar yang sebelumnya juga pernah terjadi. Selain itu, masyarakat saat ini cenderung lebih memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan pokok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.