Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Rumah Sakit di Pakistan Kebakaran, Belasan Bayi Baru Lahir Tewas

28 Kamis, 27 Agu 2026, 21:35 WIB | Oleh:
Rumah Sakit di Pakistan Kebakaran, Belasan Bayi Baru Lahir Tewas Rumah Sakit di Pakistan Kebakaran, Belasan Bayi Baru Lahir Tewas Doc: AFP/Aamir Qureshi/Getty Images

TOKYO - Sedikitnya 14 bayi baru lahir meninggal dunia setelah kebakaran melanda ruang perawatan bayi di salah satu rumah sakit pemerintah terbesar di Islamabad, Rabu (26/8), kata para pejabat.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 7 pagi waktu setempat di lantai tiga Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Pakistan Institute of Medical Sciences, di mana setidaknya 15 bayi baru lahir sedang dirawat, kata pejabat rumah sakit.

Seorang bayi berhasil diselamatkan oleh seorang dokter, sementara 14 lainnya meninggal dunia setelah mengalami luka bakar serius.

Pihak berwenang mengatakan kebakaran telah berhasil dikendalikan, namun penyebabnya masih belum dapat dipastikan secara tuntas.

Menteri Kesehatan Mustafa Kamal, dalam sebuah pernyataan, menjelaskan bahwa kebakaran itu disebabkan oleh meledaknya unit pendingin udara, dan oksigen yang disimpan di bangsal memperparah kebakaran.

Pihak berwenang telah membentuk komite investigasi untuk menentukan penyebab serta faktor yang berkontribusi terhadap kematian tersebut.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya bayi-bayi tersebut seraya menyebut kehilangan ini sebagai hal yang tak tergantikan.

Tragedi ini menimbulkan pertanyaan terkait kondisi dan pengelolaan bangunan rumah sakit. Kerabat pasien menyatakan bahwa renovasi dan perbaikan sedang berlangsung di bangunan yang menampung ruang perawatan bayi tersebut.

Seorang kerabat mengatakan kepada media lokal bahwa setelah kebakaran terjadi, para wanita yang baru melahirkan diminta untuk dievakuasi dan harus menggunakan tangga untuk meninggalkan bangunan.

Pakistan Medical Association, badan perwakilan dokter di negara tersebut, menyebut kematian ini sebagai akibat dari apa yang mereka gambarkan sebagai kegagalan administratif dan regulasi.

Insiden ini terjadi di tengah kekhawatiran yang lebih luas mengenai kondisi infrastruktur kesehatan di Pakistan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Indonesia Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Year of Creativity 2027

15 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Indonesia Ditunjuk Jadi Tua...

Mentan: Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani

18 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Mentan: Pemerintah Jamin Se...
Daerah
Awasi Pajak Usaha, Pemkot P...
Megapolitan
Wali Kota Tangerang Ajak Ge...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.