Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Pusat Keuangan, PFII Dibangun dengan Konsep “Financial Hub Plus”

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 20:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Sekadar Pusat Keuangan, PFII Dibangun dengan Konsep “Financial Hub Plus” Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi-Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

JAKARTA – Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan regional.

Pengembangannya tidak hanya membutuhkan infrastruktur finansial yang kompetitif, tetapi juga kepastian regulasi, konektivitas, dan ekosistem investasi yang mampu menarik modal global serta mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

Kementerian Keuangan menyatakan PFII nantinya mengusung konsep pusat keuangan plus atau financial hub plus dengan daya tawar yang berbeda dibanding negara lain.

Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu Herman Saheruddin mencontohkan daya tawar itu juga berasal dari modal sumber daya alam (SDA) Indonesia yang tidak dimiliki negara tetangga, Singapura misalnya.

“Singapura murni hanya pusat keuangan. Tapi, kalau Indonesia itu adalah pusat keuangan plus. Karena di situ kita selain memberikan suatu ekosistem yang dapat mengembangkan instrumen keuangan baru, tapi itu juga disokong oleh SDA yang ada di Indonesia dengan konsep hilirisasi,” jelas Herman dalam kegiatan OJK Digital Financial Innovation Day (DIGINATION) di Jakarta, Kamis (27/8).

Selain itu, lanjut Herman, Indonesia juga memiliki modal besar untuk menjadi pusat keuangan syariah sebagai negara mayoritas Muslim terbesar. Menurut dia, ekosistem syariah itu bisa didorong untuk menjadi instrumen keuangan yang lintas batas di PFII nantinya.

Herman juga menuturkan PFII menawarkan potensi-potensi lainnya, seperti lokasi strategis yang disukai "high net worth individuals" (HNWI) serta berbagai insentif pajak yang disiapkan pemerintah.

Ia pun memastikan PFII diatur secara independen berstandar internasional. Pengaturan ini bertujuan untuk menarik modal asing lebih kuat masuk ke Indonesia.

“Bedanya kalau dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) gitu, kalau misal modal asing masuk ke Indonesia kan memang harus melewati beberapa proses pengaturan yang ada di Indonesia. Dengan PFII ini, mereka akan punya aturan sendiri yang berdasarkan perspektif internasional, sehingga mereka akan mendapat lebih beberapa kemudahan untuk dapat berinvestasi di Indonesia,” jelas Herman.

'Dana investasi itu nantinya bisa disalurkan untuk membiayai proyek-proyek di dalam negeri, jadi, prinsipnya adalah, pertama, pusat finansial ini akan berbasis praktik internasional. Yang kedua, akan diatur oleh lembaga pengawas,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana lokasi PFII di Jakarta dan Bali.

Kepala Negara mengatakan PFII menjadi wajah baru pusat keuangan Indonesia yang berorientasi pada investasi, teknologi finansial, arbitrase, hingga penyelesaian sengketa komersial dengan standar internasional.

Kegiatan yang dapat dikembangkan di PFII mencakup berbagai sektor jasa keuangan, seperti perbankan, asuransi, pasar modal, derivatif, bursa karbon, bullion, fintech, keuangan syariah, family office, treasury center, hingga manajemen investasi.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah fasilitas untuk meningkatkan daya tarik PFII bagi investor internasional, termasuk kepastian transfer dan repatriasi modal dan laba, fasilitas perpajakan untuk kegiatan yang memenuhi persyaratan, golden visa, serta pelayanan perizinan yang kompetitif dan standar kepatuhan yang ketat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sengketa Tanah Golat Memanas, Keturunan Raja Pagi Tempuh Jalur Hukum
    Preview komentar:
    Raja Pagi Sinurat adalah anak kedua dari Raja ...
  • PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
    Preview komentar:
    Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini tentu ...
  • Karawang Punya 9 Kawasan Industri, Warga Lokal Disiapkan Jadi Tenaga Kerja
    Preview komentar:
    Membaca ulasan positif mengenai komitmen Pak Bupati ini ...
Link CCTV Pantau Demo 27 Agustus 2026 di DPR Jakarta, Cek Kondisi Jalan secara Live

Link CCTV Pantau Demo 27 Agustus 2026 di DPR Jakarta, Cek Kondisi Jalan secara Live

27 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.