Tiongkok-Indonesia Jalin Kerja Sama AI dan Maritim, Teknologi Jadi Senjata Baru!
📅 Selasa, 25 Agu 2026, 10:30 WIB | Oleh: Tim Penulis"Selain itu, sejak Kereta Cepat Jakarta-Bandung mulai beroperasi, layanan kereta tersebut terus berjalan dengan aman dan lancar. Kereta cepat tersebut telah secara efektif memperbaiki kondisi transportasi serta memberikan kemudahan bagi mobilitas masyarakat setempat," ungkap Lin Jian.
Lin Jian menegaskan Tiongkok bersedia bekerja sama dengan Indonesia dengan memanfaatkan mekanisme CSD untuk terus mendorong kerja sama "Belt and Road Initiative" yang berkualitas tinggi serta menghasilkan lebih banyak capaian kerja sama, guna memberikan dorongan baru bagi proses modernisasi masing-masing negara.
Pertemuan CSD pertama berlangsung pada 21 Agustus 2026 di Jakarta yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menlu Tiongkok Wang Yi sekaligus menandai dimulainya Rencana Aksi Indonesia-Tiongkok 2027-2031, sebagai lanjutan dari Rencana Aksi 2022-2026.
Kedua negara sepakat untuk memperdalam penyelarasan strategi pembangunan, mendukung perkembangan perdagangan yang seimbang dan berkelanjutan, dengan kuat memperluas kerja sama dalam kekuatan produktif berkualitas baru seperti kecerdasan buatan (AI).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dibahas juga soal peringatan dini meteorologi berbasis AI dari Tiongkok telah mulai diuji coba di Indonesia dan diyakini akan memainkan peran dalam membantu Indonesia menghadapi iklim ekstrem.
Kedua negara sama-sama berpandangan bahwa pendalaman kerja sama di bidang energi dan mineral sesuai dengan kepentingan bersama kedua pihak dan sepakat membangun hubungan kemitraan kerja sama sumber daya energi dan mineral yang menyeluruh, terbuka, dan hijau.
Tiongkok dan Indonesia sepakat untuk memperdalam kerja sama teknologi di bidang pangan dan pertanian, melakukan pertukaran pengalaman mengenai pengurangan dan pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan, kebudayaan dan pendidikan, pemuda, serta hubungan antardaerah, sehingga terus meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua negara pun berkomitmen untuk melaksanakan secara menyeluruh dan efektif Deklarasi Perilaku Para Pihak (DOC) di Laut Tiongkok Selatan, berupaya agar "Kode Etik di Laut Tiongkok Selatan" dapat dicapai sesegera mungkin, serta bersama-sama membentuk narasi baru Laut Tiongkok Selatan yang damai, bersahabat, dan kooperatif.
CSD kedua akan dilakukan pada tahun depan di Tiongkok. CSD sendiri merupakan mekanisme bilateral baru tingkat menteri luar negeri yang dibentuk saat Sugiono berkunjung ke Beijing pada April 2025.
Selain CSD, dilangsungkan juga Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2 antara menlu dan menteri pertahanan Indonesia dan Tiongkok yang dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Tiongkok Laksamana Dong Jun.
Dalam pertemuan tersebut Tiongkok dan Indonesia sepakat untuk memperkuat kerja sama penegakan hukum dan keamanan dalam pemberantasan kejahatan lintas negara, pengejaran buronan dan pemulihan aset hasil kejahatan, serta mendukung partisipasi dalam kerja sama internasional untuk memberantas penipuan telekomunikasi dan daring.
Kedua negara juga akan melaksanakan dokumen kerja sama keamanan maritim serta menjaga keamanan dan kelancaran jalur pelayaran utama.
Pertemuan 2+2 berfokus pada "Lima Pilar" yaitu ekonomi, hubungan antarmasyarakat, maritim, politik, dan keamanan. Pertemuan 2+2 pertama kali digelar di Beijing pada April 2025 sebagai kelanjutkan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada November 2024.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!