Dulu Kasar dan Berdebu, Kini Akses Penghubung Soppeng-Wajo Disulap Jadi Mulus
📅 Senin, 05 Okt 2026, 17:22 WIB | Oleh: AlfredMAKASSAR - Pembangunan Jalan Salaonro–Batas Kabupaten Wajo sepanjang 8,23 kilometer kini telah rampung dan beraspal mulus usai ditangani melalui Program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang masuk dalam Paket 4 senilai Rp615 miliar.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam keterangannya di Makassar, Senin, mengatakan sebelum mendapatkan penanganan, kondisi pada bagian ruas jalan yang menjadi salah satu akses penghubung antara Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Wajo tersebut masih berupa lapisan agregat dengan permukaan yang kasar dan belum dilengkapi lapisan perkerasan beraspal.
“Alhamdulillah kini perubahan kondisi jalan terlihat jelas. Permukaan jalan telah mendapatkan lapisan perkerasan beraspal dengan kondisi yang lebih rata, sementara bagian bahu jalan juga telah ditangani dengan lapisan beton,” katanya, Senin (5/10).
Menurut dia, perubahan tersebut tidak hanya membuat tampilan jalan menjadi lebih baik, tetapi juga meningkatkan fungsi jalan sebagai prasarana transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat.
“Insya-Allah proses pembangunan kita lakukan secara bertahap, supaya semua ruas di sejumlah wilayah hasilnya bisa lebih mantap,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Rosyadi mengatakan bahwa salah satu penanganan perkerasan pada lokasi tersebut menggunakan Laston Lapis Aus (AC-WC/Asphalt Concrete Wearing Course).
Secara teknis, Rosyadi menjelaskan AC-WC merupakan lapisan permukaan pada perkerasan lentur yang bersentuhan langsung dengan lalu lintas.
Lapisan itu berperan dalam menyediakan permukaan jalan yang lebih rata dan memiliki tingkat kekesatan yang memadai, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan ketahanan permukaan jalan terhadap pengaruh lalu lintas serta kondisi lingkungan.
“Tidak hanya permukaan jalan, penanganan juga mencakup elemen pendukung berupa sistem drainase di sisi jalan," katanya menjelaskan.
"Keberadaan drainase menjadi bagian penting dalam menjaga kinerja jalan karena berfungsi mengendalikan dan mengalirkan air permukaan agar tidak menggenang di sekitar badan jalan. Agar potensi kerusakan perkerasan akibat pengaruh air dapat diminimalkan,” ujar dia.
Bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan ini, perubahan tersebut bukan sekadar tentang permukaan jalan yang kini terlihat lebih baik. Jalan yang lebih mantap berarti perjalanan yang lebih nyaman, mobilitas yang lebih lancar, serta dukungan yang lebih baik bagi aktivitas ekonomi dan distribusi barang antarkawasan.
“Melalui program MYP ini, kita terus mendorong penanganan infrastruktur secara bertahap dengan memperhatikan tidak hanya lapisan perkerasan, tetapi juga berbagai elemen pendukung jalan,” kata Rosyadi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!