Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beras Aman sampai Maret 2027, Mentan Ungkap Kekuatan Stok Nasional

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 12:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Beras Aman sampai Maret 2027, Mentan Ungkap Kekuatan Stok Nasional Doc: ANTARA/ HO-Bapanas
Ket. Ilustrasi - Seorang pekerja memindahkan karung beras di gudang penyimpanan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebagai bagian dari upaya menjaga stok nasional.

JAKARTA – Ketersediaan beras nasional hingga kuartal I 2027 menjadi salah satu perhatian penting dalam menjaga stabilitas pangan dan harga di tengah dinamika produksi serta konsumsi masyarakat.

Dengan stok yang disebut aman, pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk mengantisipasi gejolak pasokan, menjaga keterjangkauan harga, dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional cukup kuat, sehingga pasokan tetap aman memenuhi kebutuhan masyarakat hingga memasuki musim panen berikutnya pada Maret 2027.

"Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional semakin kuat menghadapi musim kering dampak El Nino," kata Amran terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu (19/9).

Dia menyampaikan hal itu, usai menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) salah satu partai, di Jakarta, Jumat (18/9) malam.

Amran menegaskan penguatan produksi, pembangunan irigasi, serta kebijakan pupuk yang lebih terjangkau menjadi bagian dari upaya menjaga agar pasokan beras tetap tersedia di tengah siklus produksi pertanian.

Ia menyebutkan kondisi pasokan beras nasional saat ini memberikan ruang yang cukup kuat bagi pemerintah untuk menjaga kebutuhan masyarakat hingga memasuki musim panen berikutnya.

“Sekarang September, Oktober, November, Desember, Januari sampai Mei. Pada yang puncak, Maret. Overlap,” ujar Mentan.

Amran menjelaskan, gambaran kekuatan pasokan tersebut dapat dilihat dari beberapa sumber. Standing crop atau tanaman siap panen diperkirakan sekitar 10 juta ton, sementara beras pada sektor hotel, restoran, dan katering (Horeka) sekitar 10 juta ton.

Selain itu, cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog saat ini berada di angka sekitar 5 juta ton.

Dengan demikian, berdasarkan perhitungan kasar dari komponen tersebut, total pasokan yang disebut Mentan berada pada kisaran 25 juta ton, atau sekitar 25-26 juta ton sebagaimana disampaikan Mentan.

Mentan menegaskan jika dibandingkan dengan kebutuhan nasional sekitar 2,5-2,6 juta ton per bulan, angka tersebut secara matematis memberikan gambaran bantalan pasokan yang besar untuk melewati periode antarmusim.

“Yang di Horeka, hotel, rumah-rumah, restoran itu 10 juta ton. Di Bulog kurang lebih 5 juta ton, berarti (stok beras secara keseluruhan sekitar) 25–26 juta ton. Sementara kebutuhan per bulan 2,5–2,6 juta ton,” ujar Amran.

Namun, kekuatan ketahanan pangan tidak semata ditentukan oleh jumlah pasokan yang tersedia saat ini. Produksi harus terus berjalan agar stok dapat dipertahankan dan diperbarui ketika memasuki periode panen berikutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Daerah
Cegah Vandalisme, Pemkot Yo...
Olahraga
Liga Inggris: Arsenal Kalah...
Advertisement
WMO: El Nino Berpotensi Capai Rekor Terkuat Sejak 1950

WMO: El Nino Berpotensi Capai Rekor Terkuat Sejak 1950

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.