Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

2.000 Siswa SMK Bakal Magang dan Kerja di Luar Negeri 2026

📅 Senin, 05 Okt 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
2.000 Siswa SMK Bakal Magang dan Kerja di Luar Negeri 2026 Doc: Antara
Ket. Direktur SMK Kemendikdasmen Arie Wibowo Khurniawan usai audiensi dengan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta di Kepatihan Yogyakarta. Rabu (5/10).

Yogyakarta - Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI Arie Wibowo Khurniawan menyebut sebanyak 2.000 siswa SMK magang dan yang bekerja di luar negeri akan dilepas pada tahun 2026.

"Program magang seperti ini biasanya dibentuk oleh sekolah, dan kami memang mendorong sekolah untuk membuat program-program semacam ini," kata Arie Wibowo saat audiensi dengan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X di Kepatihan Yogyakarta, Senin (5/10).

Menurut dia, pelepasan peserta magang dan kerja luar negeri rencananya digelar pada 29 Oktober 2026 di UNY, sebelum diberangkatkan ke beberapa negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, serta beberapa negara di Eropa Timur dan Timur Tengah.

"Kami memberikan bantuan berupa subsidi uang dan tes kesehatan. Pihak sekolah yang melakukan persiapan mulai dari pembekalan keterampilan anak, kursus bahasa dan pengenalan budaya," katanya.

Dia mengatakan Kemendikdasmen juga memastikan keberlangsungan program magang dan kerja di luar negeri tersebut, para siswa yang melakukan magang juga didorong untuk tetap bisa kuliah sambil bekerja, demi masa depan mereka.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengharapkan ada pendampingan kepada para siswa SMK yang magang ataupun lulusan SMK yang bekerja di luar negeri, yang dilakukan penuh secara penuh, sejak awal hingga akhir masa magang/kerja.

"Pendampingan ini sebagai bentuk tanggung jawab kita terhadap mereka. Saya inginnya tidak hanya soal mendapat pekerjaan saja, tapi bagaimana jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja mereka selama di sana. Mereka ini juga anak-anak kita," kata Sri Paduka.

Wagub DIY mengatakan selain verifikasi dan validasi tenaga kerja, filterisasi pekerjaan juga bisa dilakukan agar keselamatan para pekerja muda di negara tujuan tersebut juga lebih terjamin.

Dia mengatakan tidak hanya bekal keterampilan dan bahasa, para pekerja maupun calon magang juga bisa diberikan edukasi singkat mengenai pentingnya legalitas.

"Kami mohon bantuannya, karena apapun yang terjadi, mereka anak kami, mereka memang butuh pekerjaan, tapi pekerjaan bukan segalanya. Kami selalu berupaya untuk berhati-hati pada setiap program pengiriman tenaga kerja ke luar negeri," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin: Ekspor Mainan Indonesia Naik 8,2 Persen

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Kemenperin: Ekspor Mainan I...
Nasional
2.000 Siswa SMK Bakal Magan...
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.