Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton
📅 Senin, 24 Agu 2026, 05:27 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoDia menilai karakter masyarakat sekitar lintasan menjadi salah satu pembeda utama Maybank Marathon dibandingkan ajang maraton lain yang pernah diikutinya.
Dukungan penonton sejak dini hari membuat perjalanan hampir 43 kilometer menjadi terasa lebih hidup. Kehadiran anak-anak hingga warga di sekitar rute yang memberikan semangat menjadi energi tersendiri bagi para pelari.
Menurut perempuan asal Jakarta itu, dukungan tersebut bahkan mampu membangkitkan emosi karena tidak hanya hadir di titik-titik tertentu, tetapi terasa sebagai bagian dari atmosfer perlombaan. Dia juga mengapresiasi terkait pelayanan lomba, termasuk water station dan dukungan medis yang dinilainya membantu pelari sepanjang lintasan.
Pengalaman tersebut membuat Maybank Marathon memiliki tempat khusus dalam perjalanan maratonnya. Selain medan yang menantang, suasana lomba dan dukungan warga menjadi kekuatan yang membuat pengalaman berlari terasa lebih hangat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Maraton paling berkesan
Dari 86 maraton yang telah diikutinya, Kualifikasi Boston Marathon menjadi salah satu lomba yang paling berkesan bagi Febry.
Bukan semata karena nama besar lomba tersebut, tetapi juga karena proses panjang untuk mengikuti kualifikasi. Sebab agenda itu dikenal sebagai salah satu ajang lari prestisius yang menerapkan persyaratan waktu kualifikasi bagi mayoritas pesertanya. Karena itu, keberhasilan menembus batas waktu tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Febry. Dia bahkan telah tiga kali mengikuti kualifikasi dan dinyatakan memenuhi syarat (qualified).
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi seorang pelari, pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi dalam menjaga performa sekaligus kemampuan bertahan di level kompetitif. Boston yang pertama menjadi sangat spesial karena merupakan pengalaman perdana Febry tampil dalam salah satu maraton paling bergengsi di dunia.
Kesan berbeda justru dia rasakan ketika mengikuti Athens Marathon di Yunani. Dalam lomba tersebut, peserta menempuh rute dari Marathona menuju Athens, namun atmosfer dukungan penonton menurut dia tidak sekuat yang dirasakan di Bali.
Meski begitu, perbedaan atmosfer tersebut menjadi bagian dari kekayaan pengalaman Febry. Baginya, setiap kota memiliki budaya berlari masing-masing, sehingga sebuah maraton tidak hanya dinilai dari lintasan dan waktu tempuh, tetapi juga dari interaksi antara pelari dan masyarakat.
Setelah menyelesaikan Maybank Marathon 2026, perjalanan Febry belum berhenti. Dia telah menyiapkan tantangan berikutnya di Jepang dengan mengikuti Hokkaido Marathon pada pekan depan, Minggu (30/8). Jika berhasil menyelesaikan lomba tersebut, maka koleksinya akan bertambah menjadi 87 maraton.
Target jangka panjang pun tidak ditetapkan dengan angka tertentu. Febry memilih menjawab sederhana ketika ditanya sampai berapa kali ingin mengikuti maraton.
"Selama tubuh dan kesempatan masih mendukung, semoga bisa terus," ujar perempuan berumur 51 tahun itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!