Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Tengah Dinamika Global, Pupuk Indonesia Perkuat Ketahanan Produksi & Transisi Hijau

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 14:35 WIB | Oleh:
Di Tengah Dinamika Global, Pupuk Indonesia Perkuat Ketahanan Produksi & Transisi Hijau Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - Di tengah ketidakpastian geopolitik dan dorongan transisi energi, perusahaan tidak hanya dituntut menjaga produksi tetap berjalan, tetapi juga beradaptasi dengan target keberlanjutan yang semakin dekat. Dalam konteks tersebut, keseimbangan antara ketahanan operasional dan komitmen terhadap pengurangan emisi menjadi semakin penting.

Di tengah kondisi tersebut, PT Pupuk Indonesia (Persero) terus berupaya untuk menjaga ketahanan produksi sekaligus mendorong transformasi menuju industri rendah karbon. Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), Yehezkiel Adiperwira, menyampaikan bahwa keseimbangan antara operasional dan target iklim menjadi fokus utama perusahaan.

“Transformasi menuju ekonomi rendah karbon itu bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keniscayaan. Karena itu, industri harus tetap berjalan, namun di saat yang sama target-target iklim juga harus tetap dicapai,” ujar Yehezkiel pada sesi Green Tech for Tomorrow di acara IDE Katadata Future Forum 2026 di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (15/4).

Dari sisi operasional, Yehezkiel menambahkan, Pupuk Indonesia mengedepankan kemandirian bahan baku sebagai fondasi ketahanan industri. Ketersediaan gas alam domestik menjadi faktor penting yang menjaga stabilitas produksi pupuk nasional, bahkan di tengah potensi gangguan rantai pasok global.

Yehezkiel mencontohkan, risiko gangguan di Selat Hormuz yang dapat memengaruhi sekitar 30% pasokan urea dunia tidak berdampak terhadap Indonesia. Hal ini karena Pupuk Indonesia memiliki pasokan urea yang kuat, ditopang oleh kapasitas produksi, serta ketersediaan bahan baku gas alam dari dalam negeri.

Sejalan dengan itu, Pupuk Indonesia menargetkan produksi urea sekitar 7,8 juta ton pada tahun ini, sementara kebutuhan domestik berada di kisaran 6,3 juta ton. Kondisi surplus produksi ini memastikan pasokan dalam negeri tetap aman, sekaligus memberikan ruang bagi Pupuk Indonesia untuk berperan sebagai stabilisator pasokan urea global.

“Namun perlu kami tekankan, bahwa komitmen kami adalah memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi terlebih dahulu,” terangnya.

Strategi Dekarbonisasi Melalui Pengembangan Portofolio Energi Bersih

Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat strategi dekarbonisasi melalui pengembangan portofolio energi bersih. Salah satu fokus utama adalah clean ammonia, yang mencakup green ammonia berbasis energi terbarukan, serta blue ammonia yang memanfaatkan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).

Pendekatan ini dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap gas alam sekaligus menekan emisi dari proses produksi.

“Kami secara bertahap menyiapkan strategi untuk mengurangi ketergantungan pada gas alam, di antaranya melalui pengembangan green ammonia berbasis energi terbarukan dan blue ammonia dengan dukungan teknologi CCUS,” kata Yehezkiel.

Sejalan dengan itu, Pupuk Indonesia juga mendorong transisi energi bersih melalui rencana pengembangan pabrik metanol di Aceh dan Kalimantan Timur. Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah menuju B50, sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

Selain itu, Pupuk Indonesia juga menjalankan program berbasis alam melalui nature-based solutions (NBS), termasuk pemanfaatan lahan tidur dan pemberdayaan kelompok tani. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung penyerapan emisi sekaligus memperkuat sektor pertanian.

Melalui kombinasi strategi ketahanan operasional, inovasi teknologi, dan pendekatan berbasis alam, Pupuk Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon, sekaligus menjaga stabilitas industri pupuk nasional di tengah dinamika global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.