Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

📅 Senin, 24 Agu 2026, 05:27 WIB | Oleh:
Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton Doc: Antara foto/Donny Aditra
Ket. Diaspora Indonesia Febry Arnold menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Maybank Marathon 2026 di sekitar Bali United Training Center (BUTC), Kabupaten Gianyar, Bali, Minggu (23/8).

GIANYAR - Diaspora Indonesia Febry Arnold menjadikan maraton atau ajang lari 42,195 kilometer sebagai bagian dari perjalanan hidupnya.

Tinggal di San Francisco, Amerika Serikat, dia rutin melintasi garis start dan finis berbagai ajang lari jarak jauh di sejumlah negara, sejak pertama kali mengikuti maraton pada 2007.

Maybank Marathon 2026 di kawasan Bali United Training Center (BUTC), Kabupaten Gianyar, Bali, Minggu (23/8), menjadi salah satu panggung yang kembali meninggalkan kesan mendalam bagi Febry. Ajang yang diikuti untuk kedua kalinya itu sekaligus menambah koleksi lombanya menjadi maraton yang ke-86 kali.

Bagi Febry, maraton bukan sekadar tentang catatan waktu, jarak tempuh, maupun mengejar garis finis. Olahraga tersebut telah mempertemukannya dengan banyak orang, membawa dirinya ke berbagai kota, sekaligus membuka pengalaman tentang karakter dan kultur atau budaya masyarakat di setiap penyelenggaraan.

Kegemarannya berlari juga tidak terlepas dari lingkungan pertemanan. Mayoritas teman Febry merupakan pelari yang gemar mengikuti maraton sehingga ajakan untuk berlomba kerap menjadi pemantik dirinya kembali mengenakan sepatu lari.

"Saya bisa rajin ikut karena punya teman-teman yang penggila maraton. Seluruh teman saya kebanyakan pelari, jadi kalau diajak, saya oke saja untuk ikut," kata Febry.

Awal ikut maraton

Perjalanan Febry sebagai pelari maraton bermula ketika dia menetap di San Francisco. Pada 2007 atau saat berumur 31 tahun, dia mencoba mengikuti lomba maraton pertamanya di kota tersebut.

Pilihan itu kemudian menjadi awal dari perjalanan panjang. Dari satu lomba ke lomba berikutnya, Febry semakin menikmati tantangan lari 42,195 kilometer yang menuntut daya tahan fisik, konsistensi latihan, dan ketangguhan mental.

Hampir dua dekade berselang, jumlah maraton yang diikutinya telah mencapai 86 kali. Angka tersebut menggambarkan konsistensi seorang pelari amatir yang mampu menjaga gairah berkompetisi lintas negara dan lintas benua.

Selain jumlah partisipasi, Febry juga pernah membukukan catatan waktu terbaik atau personal best time yakni tiga jam 37 menit. Torehan tersebut dicatatnya pada 2025 ketika mengikuti maraton di Las Vegas, Amerika Serikat.

Torehan itu menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan panjangnya. Namun bagi istri dari pemilik restoran mi khas Jepang itu, setiap maraton memiliki cerita tersendiri karena tantangan lintasan, atmosfer lomba, dan dukungan masyarakat tidak selalu sama.

Pengalaman berlari di berbagai negara membuatnya dapat melihat maraton dari perspektif yang lebih luas. Ada lomba yang kuat dari sisi kompetisi, ada pula yang lebih membekas karena atmosfer dan dukungan masyarakat di sepanjang lintasan.

Maybank Marathon menjadi salah satu lomba yang masuk dalam kategori tersebut. Febry menyebut dirinya sudah dua kali datang ke Bali secara khusus untuk mengikuti Maybank Marathon. Pengalaman pada 2026 kembali memperkuat kesannya terhadap lomba yang digelar di Pulau Dewata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Meriahnya Pembukaan Asian P...
Rona
Tips Menjalankan Bisnis War...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.