Allianz Life dan HSBC Indonesia Luncurkan Subdana Dolar dengan Instrumen Floating Rate
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 19:52 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Pilihan investasi dalam mata uang dolar Amerika Serikat (USD) menjadi salah satu instrumen yang ditawarkan kepada nasabah untuk mendukung pengelolaan aset jangka panjang. PT Asuransi Allianz Life Indonesia bersama PT Bank HSBC Indonesia, dengan dukungan PT Allianz Global Investors Asset Management Indonesia (AllianzGI Indonesia), meluncurkan Smartwealth Dollar Floating Rate Fund.
Smartwealth Dollar Floating Rate Fund merupakan subdana dalam denominasi dolar AS yang tersedia melalui produk asuransi jiwa unit link Premier Plan Assurance dan Ultima Wealth Assurance yang dipasarkan HSBC Indonesia.
Peluncuran subdana tersebut berlangsung di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap strategi pengelolaan kekayaan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga mempertimbangkan perlindungan nilai dan diversifikasi investasi.
Dalam produk asuransi jiwa unit link, pilihan subdana menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan karena nilai investasi dalam polis dapat dipengaruhi oleh kondisi pasar. Pemilihannya idealnya disesuaikan dengan tujuan finansial, jangka waktu investasi, serta profil risiko masing-masing nasabah.
Investor Mulai Menggabungkan Strategi Bertahan dan Bertumbuh
Perubahan kondisi ekonomi global turut memengaruhi cara investor menyusun portofolio. Salah satu gambaran mengenai tren tersebut tercermin dalam HSBC Global Affluent Investor Snapshot 2026.
Survei tahunan HSBC terhadap hampir 10.000 investor affluent dan high-net-worth di 10 pasar tersebut menunjukkan kecenderungan investor menerapkan pendekatan yang disebut “defend and grow”, yakni menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan.
Survei tersebut mencatat 57 persen responden tertarik memiliki produk asuransi dalam 12 bulan mendatang. Sementara itu, 47 persen investor menyatakan memiliki preferensi terhadap eksposur investasi global.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian investor mulai mempertimbangkan diversifikasi lintas pasar sebagai bagian dari strategi pengelolaan kekayaan dalam jangka panjang. Namun, pilihan instrumen tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan toleransi risiko masing-masing investor.
Chief Partnership Distribution Officer Allianz Life Indonesia Ancilla Lily mengatakan perlindungan asuransi dapat menjadi bagian dari perencanaan finansial jangka panjang, sementara pilihan investasi dalam produk unit link perlu disesuaikan dengan tujuan nasabah.
“Perlindungan asuransi berperan penting dalam membantu nasabah mempersiapkan berbagai kebutuhan finansial jangka panjang. Dalam produk asuransi jiwa unit link, pengelolaan nilai investasi dalam polis juga perlu disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko nasabah,” kata Ancilla.
Menurut dia, Smartwealth Dollar Floating Rate Fund dihadirkan untuk menambah pilihan subdana bagi nasabah yang ingin mengembangkan aset dalam mata uang dolar AS.
Mengandalkan Instrumen Berbunga Mengambang
Smartwealth Dollar Floating Rate Fund berinvestasi pada instrumen kredit dengan tingkat bunga mengambang atau floating rate instruments, serta obligasi berbunga tetap dalam denominasi dolar AS.
Instrumen dengan bunga mengambang memiliki tingkat bunga yang dapat berubah mengikuti perubahan suku bunga acuan atau kondisi pasar. Karakteristik tersebut membuatnya berbeda dengan obligasi berbunga tetap yang memberikan tingkat kupon tetap selama periode tertentu.
Pengelolaan subdana dilakukan secara aktif dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kualitas penerbit instrumen, serta tingkat risiko. Pendekatan tersebut ditujukan untuk mencari peluang pendapatan sekaligus pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!