Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

📅 Minggu, 23 Agu 2026, 10:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang Doc: ANTARA
Ket. Dermaga Kampung Nelayan Merah Putih Tanjung Banun.

BATAM - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) akan membangun SPBU nelayan di Tanjung Banun, Pulau Rempang., agar fasilitas penyalur BBM bersubsidi lebih dekat dengan nelayan di wilayah hinterland. 

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Yudi Admajianto mengatakan fasilitas tersebut direncanakan berada di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tanjung Banun.

"Untuk wilayah Galang, direncanakan di Tanjung Banun, Pulau Rempang, di lokasi KNMP. Dari BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga mendukung," kata Yudi saat dihubungi di Batam, Minggu (23/8).

Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mendekatkan akses BBM bersubsidi kepada nelayan yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan BBM.

"Saat ini Batam telah memiliki dua SPBU nelayan, yakni di Sekilak dan Setokok. Sementara wilayah Galang masih membutuhkan fasilitas serupa karena karakter wilayahnya yang terdiri atas sejumlah pulau dan permukiman pesisir," katanya.

Namun, penyiapan fasilitas tersebut masih menghadapi kendala pembiayaan operasional. Yudi mengatakan, apabila dikelola oleh Koperasi Nelayan Merah Putih setempat, keterbatasan modal menjadi salah satu tantangan.

"Pertamina hanya menyediakan BBM. Biaya pembangunan, tangki dan dispenser itu yang perlu pendanaan. Namun ini juga peluang kerja sama dengan pihak ketiga," ujarnya.

Ia mengatakan keterbatasan akses tersebut menjadi salah satu persoalan dalam distribusi BBM bersubsidi kepada nelayan.

Dari sekitar 7.000 kapal nelayan kecil berukuran 0-5 GT yang selama ini difasilitasi dalam penerbitan rekomendasi, baru sekitar 753 nelayan yang tercatat memiliki surat rekomendasi melalui aplikasi X-Star.

"Ini masih sekitar 10 persen dari total data nelayan kami. Namun, kita harus tetap mempertimbangkan karakter wilayah kepulauan di Batam," katanya.

Ia mengatakan nelayan dari sejumlah wilayah seperti Pulau Kasu dan Pulau Karas masih harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan BBM setelah kembali melaut. Jarak menuju titik penyalur dapat mencapai sekitar 40-50 kilometer.

"Persoalan BBM bersubsidi bagi nelayan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok. Akses menuju penyalur, kondisi geografis, sarana transportasi, serta kemudahan administrasi juga perlu menjadi perhatian," katanya.

Sementara itu, Komite BPH Migas Fathul Nugroho mengatakan pembangunan subpenyalur dapat menjadi salah satu solusi untuk menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari SPBU reguler maupun SPBU Kompak.

"Kehadiran subpenyalur diharapkan dapat mempermudah masyarakat, khususnya nelayan, dalam memperoleh BBM bersubsidi," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Olahraga
Brentford Kalahkan Tottenha...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.