Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

📅 Minggu, 23 Agu 2026, 11:01 WIB | Oleh:
Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang' Doc: Yonhap
Ket. Dalam foto arsip yang dirilis Kyodo News, Kementerian Pertahanan Jepang menunjukkan peralatan di sebuah kamp militer di Kumamoto pada 17 Maret 2026, menjelang pengerahan rudal jarak jauh.

SEOUL - Korea Utara mengutuk rencana Jepang menetapkan anggaran pertahanan tertinggi sepanjang masa untuk tahun depan dan menyebut langkah itu untuk mempersiapkan "perang agresi". 

Puongyang mengancam akan "melakukan serangan balik secara menyeluruh" dengan kekuatan gabungan.

Kecaman itu muncul ketika Kementerian Pertahanan Jepang pada hari Rabu menetapkan permintaan anggaran untuk tahun fiskal berikutnya sebesar 8,9 triliun yen (US$60 miliar), sebuah rekor baru, dengan anggaran akhir diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 10 triliun yen setelah diselesaikan pada akhir tahun, menurut laporan media asing.

"Perluasan anggaran perang adalah langkah berbahaya yang membawa kekacauan baru ke kawasan dan dunia," demikian kutipan komentar yang dimuat Rodong Sinmun, surat kabar yang paling banyak dibaca di negara itu, menurut Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA), Sabtu (22/8), yang disiarkan media Korea Selatan, Yonhap.

"Tidak diragukan lagi peningkatan besar-besaran dalam pengeluaran militer akan menyebabkan penumpukan persenjataan yang bertujuan untuk menyelesaikan persiapan perang agresi," kata pernyataan itu. Pyongyang mengklaim komunitas internasional "tidak akan pernah mentolerir penumpukan militer dari keturunan negara penjahat perang dan akan melawannya secara menyeluruh dengan kekuatan gabungan."

Laporan itu juga mengkritik Jepang karena memperkenalkan rudal Tomahawk buatan AS sementara utang nasionalnya mencapai rekor 1.343 triliun yen pada akhir tahun lalu.

"Sangat jelas bahwa tujuan menghamburkan sejumlah besar uang pembayar pajak sama sekali bukan untuk membangun 'negara yang damai'," kata KCNA. "Adalah bodoh berpikir bahwa Jepang dapat menyembunyikan sifat militeristiknya yang kejam, yaitu agresi dan perang, dengan kedok 'pertahanan' dan 'pembelaan diri'."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.