Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan
📅 Minggu, 23 Agu 2026, 19:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSan Marino - Paus Leo XIV mengunjungi Republik San Marino dan Kota Rimini, Italia, pada Sabtu (22/8). Dalam kunjungan tersebut, ia menyerukan kepada para peserta acara budaya dan politik untuk menjadi “pelopor yang berani” dalam memerangi kesenjangan dan kemiskinan.
Kunjungan satu hari itu ditutup dengan misa terbuka di pelabuhan Rimini saat matahari terbenam. Sekitar 40.000 umat hadir dan memadati area pelabuhan hingga ke pantai. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perjalanan pastoral singkat yang dilakukan Paus Leo XIV di Italia selama musim panas ini.
Kunjungan terakhir seorang paus ke acara tahunan “Meeting for Friendship Amongst Peoples” di Rimini dilakukan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 1982.
Dalam acara tersebut, Paus Leo XIV mendorong para pemimpin untuk mengungkap “struktur kekuasaan yang tidak adil yang terletak pada akar kemiskinan, ketidaksetaraan, perang dan bencana lingkungan”.
“Mari kita melucuti perkembangan teknologi setiap kali menjadi invasif dan destruktif,” kata Paus Leo XIV, sembari kembali memperingatkan bahaya kecerdasan artifisial (AI) dan menyerukan kehadiran “pelopor yang berani” untuk memimpin perubahan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Janganlah hanya ada orang-orang yang mengobarkan api keletihan dan keputusasaan; biarlah ada juga orang-orang yang menghidupkan kembali mimpi dan penglihatan!” ujarnya.
Kunjungi San Marino
Paus Leo XIV, yang memimpin negara terkecil di dunia, Vatikan, menghabiskan Sabtu pagi di San Marino, negara kecil seluas sekitar 60 kilometer persegi dengan populasi sekitar 33.000 jiwa di kawasan Pegunungan Apennine.
Kunjungan tersebut merupakan perjalanan Leo XIV ke negara Eropa kedua setelah sebelumnya mengunjungi Monako pada Maret lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia berjalan menuju Piazza della Libertà di puncak kawasan perbukitan San Marino dan disambut oleh otoritas setempat serta kelompok militer.
Dari lokasi tersebut, Leo XIV memuji karakter San Marino sebagai negara kecil yang memiliki kehidupan politik dalam “skala manusia”. Menurut dia, kondisi tersebut memungkinkan politik lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat dan mendorong terciptanya demokrasi yang lebih efektif.
Setelah memimpin doa di sebuah basilika setempat, Paus Leo XIV kemudian menggunakan helikopter menuju Rimini, kota wisata di pesisir Laut Adriatik.
Soroti Kemiskinan dan Teknologi
Di Rimini, Paus menghadiri pertemuan tahunan yang mempertemukan unsur agama, budaya, dan politik. Acara tersebut menarik ratusan ribu pengunjung setiap musim panas.
Pertemuan itu secara historis memiliki hubungan erat dengan gerakan Demokrat Kristen, partai politik Katolik berhaluan tengah yang pernah mendominasi politik Italia selama hampir lima dekade setelah Perang Dunia II.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam rangkaian acara tahun ini, termasuk Patriark Latin Yerusalem Kardinal Pierbattista Pizzaballa serta dua wakil perdana menteri Italia, yakni Menteri Luar Negeri Antonio Tajani dan Menteri Transportasi Matteo Salvini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!