Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

📅 Minggu, 23 Agu 2026, 06:10 WIB | Oleh:
Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut Doc: antara foto
Ket. General Manager Pelindo Maumere, Angga Prebawa

KUPANG - Gempa bumi magnitudo 7,7 yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu (15/8) menjadi peristiwa kelam yang sulit dilupakan warga Pulau Flores.

Bagi General Manager Pelindo Maumere, Angga Prebawa (34), pagi itu memberi kesan yang amat mendalam. Niat awalnya yang hanya ingin melakukan inspeksi singkat di Pelabuhan Lorens Say Maumere mendadak berubah menjadi aksi penyelamatan heroik saat guncangan dahsyat melemparkan sejumlah penumpang kapal ke laut.

Saat gempa terjadi, Angga sedang berada di trestle, jembatan penghubung antara area daratan atau terminal penumpang dan dermaga Pelabuhan Lorens Say. Lokasinya tak jauh dari kapal Pelni yang tengah bersandar. Ia sedang mengamati aktivitas penumpang yang turun dari kapal ketika tiba-tiba dermaga diguncang gempa dengan sangat kuat.

“Goyangan gempa saat itu sangat besar. Ini pertama kali saya merasakan goyangan yang sangat besar. Saya bahkan sempat terjatuh karena besarnya guncangan di dermaga,” ujar Angga.

Dalam hitungan detik, suasana pelabuhan berubah menjadi kepanikan. Penumpang yang berada di kapal berusaha menyelamatkan diri, sementara mereka yang berada di ruang tunggu berhamburan keluar gedung.

Angga menyaksikan penumpang berdesak-desakan meninggalkan terminal. Di tengah kepanikan itu, bagian atap gedung terminal mulai ambruk.

Bersama sejumlah penumpang, Angga kemudian bertahan di area dermaga. Mereka berusaha mencari posisi yang lebih aman sembari memantau keadaan di sekeliling.

Situasi semakin mencekam ketika kapal Pelni yang sedang bersandar mulai berusaha menjauh dari dermaga. Guncangan yang membuat dermaga terus bergerak menyebabkan kapal ikut terombang-ambing.

Awak kapal khawatir badan kapal membentur dermaga, mengalami kerusakan, atau bahkan bocor.

Di tengah kondisi itu, sebuah tangga yang masih terhubung dengan kapal tiba-tiba jatuh. Sejumlah penumpang yang berada di sekitar tangga kehilangan keseimbangan dan tercebur ke laut.

Diperkirakan tiga hingga empat penumpang jatuh ke perairan pelabuhan.

Jeritan dan kepanikan kembali pecah.

Guncangan gempa kemudian mulai mereda. Namun, bagi pria kelahiran Tabanan, Bali itu situasi darurat belum berakhir.

Ia melihat sejumlah penumpang berada di laut dan membutuhkan pertolongan. Tanpa banyak berpikir, Angga memutuskan turun ke laut untuk menyelamatkan mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...
Daerah
Program-program Unggulan Go...
Daerah
Mandi di Pantai Tuturuga Be...
Olahraga
Inter Milan Rekrut Curtis J...
Daerah
Pemprov Gorontalo Perkuat S...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.