Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026
📅 Minggu, 23 Agu 2026, 14:28 WIB | Oleh: Haryo BronoPola kerja jarak jauh turut mengubah kebiasaan perjalanan. Hampir separuh atau 48% pekerja menyatakan berencana memperpanjang masa liburan, termasuk perjalanan singkat, dengan tetap bekerja secara jarak jauh sepanjang 2026.
Sebanyak 46% responden bahkan mengatakan mereka lebih terdorong melakukan hal tersebut dibandingkan tahun sebelumnya. Tren itu telah mulai terlihat, dengan 43% pekerja mengaku pernah bekerja dari lokasi liburan tanpa harus menggunakan jatah cuti tahunan.
Keinginan memperpanjang perjalanan tidak hanya berkaitan dengan fleksibilitas kerja. Sebanyak 54% responden menyebut upaya menghindari kelelahan dan menjaga kesejahteraan sebagai alasan utama. Faktor berikutnya adalah keinginan menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan teman yang dipilih 53% responden, serta memaksimalkan jatah cuti tahunan yang disebut 52% responden.
Tekanan biaya hidup juga menjadi faktor. Sebanyak 51% pekerja menyatakan kondisi biaya hidup mendorong mereka memanfaatkan pola kerja hibrida atau WFA untuk memperpanjang masa liburan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Koneksi Internet Menjadi Prioritas
Bagi pekerja yang ingin bekerja dari destinasi wisata, konektivitas menjadi salah satu kebutuhan utama. Sebanyak 38% responden menempatkan koneksi Wi-Fi yang andal sebagai prioritas ketika memilih lokasi.
Faktor tersebut berada di atas kualitas akomodasi, makanan, dan transportasi yang secara keseluruhan dipilih oleh 12% responden. Sementara itu, biaya perjalanan dan akomodasi yang lebih terjangkau disebut 46% responden sebagai faktor yang dapat mendorong mereka memperpanjang perjalanan sambil bekerja.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal ini menunjukkan bahwa destinasi workcation perlu mampu menggabungkan kebutuhan profesional dengan pengalaman perjalanan tanpa membebani pekerja dengan biaya yang terlalu tinggi.
Pekerja Membutuhkan Aturan yang Jelas
Meskipun minat terhadap workcation meningkat, pekerja masih membutuhkan kepastian mengenai aturan perusahaan. Panduan yang jelas mengenai kapan dan bagaimana WFA dapat dilakukan saat bepergian dinilai dapat mendorong lebih banyak karyawan memanfaatkan fleksibilitas tersebut.
Sebanyak 44% responden mengatakan mereka akan lebih termotivasi melakukan workcation apabila mengetahui aktivitas tersebut tidak memengaruhi penilaian terhadap kinerja mereka. Sementara itu, 39% menginginkan panduan yang lebih jelas dari perusahaan.
Executive Chairman and Founder IWG, Mark Dixon, mengatakan semakin banyak pekerja yang memanfaatkan fleksibilitas kerja untuk memperpanjang perjalanan atau menghabiskan waktu lebih lama di luar negeri sebagai pekerja jarak jauh maupun digital nomad.
Menurut dia, perkembangan sistem kerja hibrida dan teknologi cloud memberikan keleluasaan bagi karyawan untuk bekerja dari berbagai lokasi, baik melalui ruang kerja fleksibel lokal maupun pusat coworking di negara lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!