Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Agar Subsidi BBM dan Elpiji Tepat Sasaran, Pertamina Kembangkan Sistem Biometrik

📅 Sabtu, 12 Sep 2026, 10:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Agar Subsidi BBM dan Elpiji Tepat Sasaran, Pertamina Kembangkan Sistem Biometrik Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Konsumen membeli BBM di salah satu SPBU di Denpasar, Bali, Senin (7/9/2026).

YOGYAKARTA – Pertamina Patra Niaga mengembangkan sistem biometrik dan memperkuat basis data untuk memastikan penyaluran BBM dan elpiji bersubsidi lebih tepat sasaran.

“Kami sudah menyiapkan sistem bentuk subsidi tepat dan ini untuk BBM dan elpiji,” kata Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, dalam temu media di Yogyakarta, Jumat (11/9).

Untuk elpiji bersubsidi, lanjut Eko, Pertamina telah memiliki sistem Merchant Apps Pertamina (MAP) yang mengharuskan konsumen memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) saat membeli elpiji 3 kg.

“Sekarang kami sedang kembangkan ke arah biometrik dengan Dukcapil. Kami lagi bekerja sama untuk bisa nanti transaksi elpiji dengan menggunakan biometrik,” ujarnya.

Eko mengatakan penerapan pembelian elpiji 3 kg menggunakan biometrik masih dalam tahap pengujian.

Sementara untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, Pertamina saat ini menggunakan kode batang melalui MyPertamina.

Menurut Eko, Pertamina juga bekerja sama dengan kementerian, lembaga, dan instansi terkait untuk memperkuat basis data kendaraan.

Penguatan basis data tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah mengatur pembelian BBM bersubsidi agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

“Kami belum tahu kebijakannya nanti apakah menggunakan kebijakan pengaturan desil maupun tipe kendaraan. Kami sedang menunggu arahan dari pemerintah,” kata Eko.

Pemerintah mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp210,1 triliun atau 65,87 persen dari total anggaran subsidi dalam APBN 2026 sebesar Rp318,9 triliun.

Jika digabung dengan kompensasi, total anggaran pemerintah untuk ketahanan energi mencapai Rp381,3 triliun.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pembatasan penyaluran Pertalite bersubsidi bagi masyarakat pada desil 9-10 masih menunggu validasi data.

Bahlil mengatakan pemerintah saat ini masih memeriksa ketepatan data desil masyarakat untuk memastikan kebijakan penyaluran Pertalite bersubsidi tepat sasaran.

Ia berharap pembaruan dan ketepatan data pembagian desil dapat mendukung tujuan pemerintah dalam memastikan penyaluran Pertalite bersubsidi sesuai sasaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.