Pasca Kebakaran, Gunung Arjuno-Welirang Kembali Dibuka untuk Pendaki
📅 Kamis, 24 Sep 2026, 23:30 WIB | Oleh: Tim PenulisMALANG – Unit Pelaksana Teknis Taman Hutan Raya (UPT Tahura) Raden Soerjo membuka kembali akses pendakian Gunung Arjuno-Welirang di Jawa Timur, pada Sabtu (26/9) pascakebakaran yang melanda beberapa waktu lalu telah sepenuhnya padam dan kondisi di lokasi tersebut dinyatakan aman.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustuningtyas Marini dikonfirmasi melalui sambungan telepon dari Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (24/9), menyatakan, kuota pendakian di Gunung Arjuno-Welirang yang dibuka sebesar 550 orang per hari.
"Benar, pembukaan pendakian (Arjuno-Welirang) dilaksanakan 26 September 2026, untuk kuota tetap sama 550 orang per hari," kata Agustiningtyas.
Kebijakan pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang tertuang di dalam Surat Pengumuman Nomor: 500.4.6.10/1690/123.7.2/2026 yang diterbitkan oleh UPT terkait, pada Selasa (22/9).
Dia menyampaikan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi melalui sistem SiPongi maupun hasil penyisiran petugas di lapangan sudah tak mendeteksi adanya titik asap baru di lokasi terdampak kebakaran, yakni di kawasan Gunung Arjuno dan gugusan pegunungan Anjasmoro, sejak Senin (14/9).
Dari hasil monitoring dan evaluasi kemudian ditindaklanjuti upaya mempersiapkan pembukaan akses pendakian Arjuno-Welirang dengan melaksanakan pengecekan terhadap keamanan jalur yang akan dilalui oleh pendaki.
Terdapat empat akses atau jalur pendakian resmi Gunung Arjuno-Welirang, yakni via Sumberbrantas di Kota Batu, Tretes dan Tambaksari di Kabupaten Pasuruan, serta Lawang di Kabupaten Malang.
Pemesanan tiket pendakian ke dua gunung tersebut sudah bisa dilakukan mulai per hari ini, melalui laman SiPENERANG maupun tiketpendakian.com.
"Kami mengutamakan pendaki yang telah melakukan reschedule, karena kurang lebih ada 3.700 orang terdampak (penutupan pendakian akibat kebakaran), kebakaran kan terjadi 18 Agustus dan ditutup 19 Agustus 2026," ujar dia.
Seluruh pendaki pun diminta mematuhi standar operasional prosedur (SOP) pendakian yang telah ditetapkan oleh UPT Tahura Raden Soerjo.
Salah satu hal yang ditekankan oleh pihaknya, yakni terkait larangan kepada pendaki agar tidak membuat api unggun di seluruh area karena dapat berpotensi memicu munculnya kembali titik asap maupun api.
Tak hanya itu, petugas di setiap pos pendakian akan melaksanakan pengecekan setiap barang atau logistik yang dibawa oleh masing-masing pendaki.
"Dan memastikan mereka membawa sampah logistiknya turun setelah mendaki," ucap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!