Petugas Gabungan Gerilya Padamkan Api Arjuno-Welirang
📅 Jumat, 21 Agu 2026, 12:53 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPASURUAN – Pertarungan melawan si jago merah di lereng Gunung Arjuno-Welirang memasuki fase kritis namun terkendali. Petugas gabungan berhasil membendung laju perluasan titik api di wilayah Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, melalui kombinasi upaya pemadaman manual yang intensif dan kesiapan dukungan udara.
Dikutip dari Antara, Kepala UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo Dinas Kehutanan Jawa Timur, Agustiningtyas Marini, menegaskan bahwa strategi "gebrak api" menggunakan dahan dan ranting basah terbukti efektif mencegah merembetnya kobaran api ke area yang lebih luas.
"Tim gabungan bekerja secara manual dengan sangat disiplin. Mereka menggebrak rambatan api menggunakan alat seadanya seperti dahan dan ranting basah untuk memutus rantai penyebaran," ujar Agustiningtyas dalam keterangan persnya, Jumat (21/8).
Kebakaran yang pertama kali terdeteksi pada dini hari Rabu (19/8) ini awalnya melibatkan tiga titik panas di wilayah Lengkehan, Lapangan Kotak, dan Pondokan. Namun, berkat kerja keras petugas selama dua hari terakhir, situasi mulai membaik.
Kepala BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa dua dari tiga titik api, yakni di Lengkehan dan Pondokan, telah dinyatakan padam pada Kamis (20/8). Saat ini, fokus utama tim dikerahkan untuk melokalisasi sisa titik api di area Lapangan Kotak agar tidak memicu titik baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Helikopter Water Bombing Siap Terbang
Untuk memperkuat upaya darat, dukungan udara telah disiagakan. Helikopter milik BPBD Jatim saat ini berada dalam status standby dan tengah melakukan observasi medan untuk menentukan titik penyiraman yang paling strategis.
Agustiningtyas menjelaskan bahwa helikopter tersebut memiliki fleksibilitas tinggi dalam mengambil sumber air, baik dari wilayah Kota Batu maupun dari Lapangan Kaliandra di Dusun Gamoh, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Helikopter sedang memetakan area mana yang bisa dijangkau. Kemungkinan besar, metode water bombing akan difokuskan untuk membasahi area bekas kebakaran sebagai langkah preventif, memastikan api benar-benar mati dan tidak muncul kembali (hotspot)," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi cuaca dan medan terus dipantau ketat oleh posko gabungan. Masyarakat di sekitar lereng Arjuno-Welirang dihimbau untuk tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar demi menjaga kelestarian ekosistem hutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!