Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karhutla Kepung Palangka Raya, Kualitas Udara Sempat Tembus Kategori Berbahaya

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 15:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Karhutla Kepung Palangka Raya, Kualitas Udara Sempat Tembus Kategori Berbahaya Doc: Antara
Ket. Warga menunjukkan layar laman BMKG terkait perkembangan kondisi udara di Kota Palangka Raya, Jumat (21/8).

Palangka Raya - Kualitas udara di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, sempat mencapai kategori berbahaya akibat kabut asap dan jelaga dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palangka Raya Samsul Rizal mengatakan kualitas udara berdasarkan konsentrasi Particulate Matter (PM) berada pada kategori sedang hingga berbahaya pada waktu tertentu.

“Berdasar data BPBD Kota Palangka Raya, status udara berdasar Particulate Matter (PM) bervariasi, mulai kategori sedang hingga berbahaya pada waktu-waktu tertentu,” kata Samsul di Palangka Raya, Jumat (21/8).

Dia menegaskan, dampak karhutla tidak hanya berupa kerusakan lingkungan. Asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, menurunkan kualitas udara, menghambat jarak pandang, hingga mengganggu aktivitas transportasi dan kegiatan masyarakat lainnya.

Pada awal Agustus, kabut asap bahkan sempat menyelimuti Palangka Raya dan kualitas udara tercatat berada pada kategori berbahaya.

Menurutnya, kondisi wilayah Palangka Raya yang sebagian besar merupakan ekosistem gambut juga membutuhkan kewaspadaan lebih. Ketika terbakar, lahan gambut menghasilkan asap pekat dan api dapat sulit dikendalikan sehingga pencegahan harus dilakukan sejak munculnya potensi kebakaran. 

Karena itu, Samsul mengajak masyarakat, pelaku usaha, tokoh adat, kedamangan, RT, RW, kelurahan, kecamatan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kita membutuhkan kepedulian dan keterlibatan masyarakat untuk mencegah api sejak dini. Jangan sampai kelalaian atau tindakan pembakaran justru menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat luas," katanya.

Sementara itu, berdasar data yang dihimpun di laman resmi BMKG di https://www.bmkg.go.id/kualitas-udara/pm25/pm25_pr2 tercatat kualitas udara di Kota Palangka Raya menyentuh kategori berbahaya pada pukul 05.00 WIB dengan angka PM 258,9 dan pada pukul 06.00 WIB dengan angka PM mencapai 290,2. 

Selanjutnya pada pukul 07.00 hingga 14.00 WIB tercatat kondisi udara di Kota Palangka Raya bervariasi dengan status tidak sehat hingga sehat, dengan angka PM terendah 68,7 pada pukul 11.00 WIB dan tertinggi 236,3 pada pukul 07.00 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palangka Raya, selama periode 1 Juni hingga 19 Agustus 2026 telah menangani 298 kejadian kebakaran hutan dan lahan.  

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Muhammad Heri Pauzi mengatakan bahwa ratusan kejadian tersebut mengakibatkan sekitar 261,41 hektare lahan terbakar yang tersebar di sejumlah kecamatan.

"Selama periode 1 Juni sampai 19 Agustus 2026, kami mencatat terjadi 298 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 261,41 hektare. Kejadian terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya diikuti wilayah di Kecamatan Sabangau," katanya.

Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, kejadian karhutla terbanyak terjadi di Kecamatan Jekan Raya sebanyak 188 kali, disusul Sebangau 68 kali, Pahandut 25 kali, Bukit Batu delapan kali, sedangkan Kecamatan Rakumpit nihil kejadian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Tumbuh Kuat, BI Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Jateng
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai ketangguhan ekonomi Jateng; ...
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Bukti negara hadir
    Duka NTT, Duka kita semua,,,
  • BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri
    Preview komentar:
    Pernyataan Bapak Agus Gumiwang yang menggarisbawahi urgensi penguatan ...
Ekonomi
KPR Hunian Manggarai Bisa 4...
Event Akhir Pekan Jakarta 22-23 Agustus 2026: LaLaLa Festival Hingga ASTINDO Travel Fair

Event Akhir Pekan Jakarta 22-23 Agustus 2026: LaLaLa Festival Hingga ASTINDO Travel Fair

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.